Tanu Berkaca-kaca Menceritakan Adiknya Minta Tolong hingga Hilang Terkubur Longsor
January 25, 2026 05:19 PM

TRIBUNLAMPUNG.CO.ID, Jawa Barat - Tanu (48) masih teringat jelas saat adiknya teriak minta tolong pada saat longsor datang menyapu tempat tinggal mereka. Lambat laun suara adik Tanu yang tadinya terdengar timbul tenggelam menjadi hilang sepenuhnya, Sabtu (24/1/2026) dini hari.

Menghilangnya sang adik Tanu, bersamaan dengan enam anggota keluarga lainnya. Sehingga ada 7 keluarga Tanu yang hilang akibat bencana longsor di Kampung Babakan, Desa Pasirlangu, Kecamatan Cisarua, Kabupaten Bandung Barat, Jawa Barat. 

Mereka terdiri dari enam saudara kandung dan satu ibu mertua. Sampai dengan Minggu (25/1/2026), keberadaan tujuh keluarga Tanu masih jadi misteri. Diduga mereka terkubur longsor. 

LONGSOR CISARUA- Longsor dahsyat terjadi di Desa Pasirlangu, Kecamatan Cisarua, Kabupaten Bandung Barat, Sabtu (24/1/2026). Seorang balita bernama Arsa (2) selamat dalam longsor dahsyat yang mengubur rumahnya. Dia ditemukan di atas genteng.
LONGSOR CISARUA- Longsor dahsyat terjadi di Desa Pasirlangu, Kecamatan Cisarua, Kabupaten Bandung Barat, Sabtu (24/1/2026). (TribunJabar.id/Adi Ramadhan Pratama)

Longsor disertai banjir bandang itu menimbun 30 rumah warga dan sebanyak 80 orang belum ditemukan keberadaannnya, termasuk 7 anggota keluarga Tanu.

Tanu mengungkap malam mencekam saat tiba-tiba longsor datang bermula dari getaran yang awalnya pelan. Namun berubah menjadi gemuruh maut setelah hujan tak berhenti mengguyur selama tiga hari.

Dalam kegelapan total dan hujan deras, Tanu mendengar jeritan memilukan dari rumah adiknya yang berada tepat di atas kediamannya. "Uwa tolong wa, wa tolong wa... Terus suaranya hilang. Muncul lagi sebentar, lalu hilang sepenuhnya," ujar Tanu dengan mata berkaca-kaca saat ditemui di posko pengungsian Kantor Desa Pasirlangu, Minggu 25 Januari 2026.

Dalam kondisi panik, Tanu melihat adiknya sempat berupaya mencari perlindungan di sekitar kandang sapi. Namun, kecepatan pergerakan tanah membuatnya tak berdaya.

Tanu hanya sempat menarik istri dan kedua anaknya berusia 7 dan 17 tahun untuk lari menyelamatkan diri. "Saya lihat pas kejadian, tapi saya tidak bisa berbuat apa-apa. Bingung," ucapnya lirih.

Tak hanya kehilangan orang-orang tercinta, harta benda yang menjadi tumpuan hidup Tanu pun ludes. Namun bagi Tanu, harta itu tak sebanding dengan harapannya untuk melihat kembali tujuh anggota keluarganya yang kini masih dalam pencarian tim SAR.(*)

Selengkapnya baca di sini

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.