Istigasah Akbar 1 Abad NU di Sorong Papua Barat Daya, Ikhtiar Spiritual Jaga Persatuan Bangsa
January 25, 2026 08:38 PM

TRIBUNSORONG.COM, SORONG - Pengurus Wilayah Nahdlatul Ulama (PWNU) Papua Barat Daya menggelar Istigasah Akbar dalam rangka memperingati Hari Lahir Ke-100 Nahdlatul Ulama.

Acara bertema “Indonesia Merdeka Menuju Peradaban Dunia” itu berlangsung di Pondok Pesantren Tahfidz Fahd Al Muslim, Kota Sorong, Minggu (25/1/2026).

20260125_jemaah istigasah akbar 1 abda NU
ISTIGASAH AKBAR - Jemaah muslimah mengikuti Istigasah Akbar dalam rangka memperingati Hari Lahir Ke-100 Nahdlatul Ulama, Minggu (25/1/2026). Acara yang digagas Pengurus Wilayah Nahdlatul Ulama (PWNU) Papua Barat Daya ini dilaksanakan di Pondok Pesantren Tahfidz Fahd Al Muslim, Kota Sorong.

Kegiatan ini menjadi puncak rangkaian peringatan 1 Abad NU di Papua Barat Daya, setelah sehari sebelumnya ada jalan sehat.

Ketua PWNU Papua Barat Daya Rofiul Amri mengatakan, istigasah merupakan ikhtiar spiritual warga NU dalam menjaga persatuan bangsa dan keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia.

"Istigasah menjadi kekuatan batin warga NU untuk terus menjaga bangsa, merawat kebangsaan, dan mengawal NKRI," ujarnya.

Baca juga: Kunker ke Sorong, Menteri Agama Nasaruddin Umar Ajak Implementasikan Ekoteologi

Ia juga mengapresiasi perhatian pemerintah daerah, khususnya kehadiran Gubernur Papua Barat Daya Elisa Kambu yang secara spontan memberikan hadiah umrah saat jalan sehat, Sabtu (24/1/2026).

Menurut Rofiul Amri, hal tersebut mencerminkan sinergi positif antara NU dan pemerintah dalam menjaga keharmonisan sosial dan spiritual di Papua Barat Daya.

Selama satu abad pengabdian, NU berperan aktif tidak hanya dalam bidang keagamaan, tetapi juga sosial, moral, dan kenegaraan.

"NU terus hadir bersama masyarakat dalam menjaga kemerdekaan, persatuan, serta keadilan sosial," ucap Rofiul Amri.

Kepala Dinas Tenaga Kerja, Transmigrasi, Energi dan Sumber Daya Mineral  (Disnakertrans ESDM) Papua Barat Daya Suroso, mengatakan, NU memiliki peran penting dalam perjalanan sejarah bangsa, termasuk di Tanah Papua.

Baca juga: PW Fatayat NU Papua Barat Daya Gelar ToT Dai’yah, Dorong Dakwah Moderat dan Responsif Isu Perempuan

NU menampilkan wajah Islam moderat, ramah, dan mampu hidup berdampingan di tengah keberagaman.

"Warganya harus menjadi penyejuk di tengah masyarakat, bukan pemicu konflik. Mari bersama-sama menjaga kerukunan dan membantu pemerintah menjaga stabilitas daerah dari berbagai isu provokatif," ujar Suroso.

Wakil Bupati Sorong Sutejo menghadiri acara sekaligus bertugas pembacaan doa, setelah itu dilanjutkan tausiah oleh K.H Sukardi. (tribunsorong.com/ismail saleh)

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.