Ternyata Ini 3 Penyakit Tertinggi di RSUD Meuraxa Banda Aceh Sepanjang Tahun, Masyarakat Harus Apa?
January 25, 2026 11:37 PM

 

 

Laporan Wartawan Serambi Indonesia Sara Masroni | Banda Aceh

SERAMBINEWS.COM, BANDA ACEH - Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Meuraxa Banda Aceh mencatat, sebanyak tiga penyakit dengan kasus tertinggi rawat inap sepanjang 2025, yakni unstable angina pectoris (nyeri dada) sebanyak 518 kasus, pneumonia (radang paru-paru) sebanyak 465 kasus, serta stroke dan radikulopati (saraf terjepit) sebanyak 419 kasus. 

Sementara untuk layanan rawat jalan, penyakit dengan kunjungan terbanyak adalah hipertensi esensial dengan 1.910 kasus, disusul diabetes (DM) mellitus tipe 2 tanpa komplikasi sebanyak 1.626 kasus, serta low back pain atau nyeri punggung sebanyak 1.526 kasus.

Plt Direktur RSUD Meuraxa, dr Taufik Wahyudi Mahady Sp OG MHPM menyebutkan, sepanjang tahun 2025, total sebanyak 20.522 pasien rawat inap dan jumlah pasien rawat jalan mencapai 178.798 orang.

“Untuk sejumlah penyakit yang telah disebutkan, kita mengimbau masyarakat untuk menjaga pola hidup sehat, serta melakukan kontrol penyakit kronik,” pesan dr Taufik saat dikonfirmasi, Minggu (25/1/2026).

Di sisi lain, RSUD Meuraxa kini memiliki 345 tempat tidur, serta sudah melakukan sejumlah inovasi sepanjang tahun lalu. Ke depan, pihaknya akan terus berbenah untuk meningkatkan kualitas pelayanan rumah sakit milik Pemerintah Kota Banda Aceh itu. 

Sepanjang 2025, RSUD Meuraxa memperkuat mutu pelayanan melalui tata kelola klinis, penerapan clinical pathway, serta fokus pada penyakit dengan beban layanan tertinggi. Strategi ini diarahkan untuk meningkatkan kecepatan layanan, efisiensi perawatan, dan memperbaiki outcome pasien.

Baca juga: 24 Jam Operasi, Satpol PP & WH Banda Aceh Tertibkan 11 Orang Gepeng

Berbagai inovasi telah dikembangkan, seperti cathlab untuk tatalaksana kateterisasi jantung, pembentukan ruang rawat jantung dan saraf Kelas Rawat Inap Standar (KRIS) Alhuda, penguatan IGD dengan ruang resusitasi, serta pembentukan tim code stroke. Selain itu, hadir pula layanan Banda Aceh Quick Response (BQR) dan Poliklinik Terpadu Az-Zaytun yang ramah lansia.

Memasuki 2026, RSUD Meuraxa merencanakan pengembangan layanan bedah jantung, penguatan tim code stroke, serta pembentukan stroke unit. Digitalisasi sistem monitoring mutu layanan juga akan diperkuat untuk memastikan kualitas pelayanan tetap terjaga.

Tahun ini, rumah sakit juga akan menambah bed ICU dan ICCU, serta ruang rawat inap standar Kris Alhuda lantai 2. “IGD akan dikembangkan menjadi IGD Terpadu dengan ruang operasi cyto, radiologi cyto, laboratorium cyto, serta penambahan ruang isolasi dan bed resusitasi,” pungkasnya.(*)

 

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.