Laporan Reporter POS-KUPANG.COM, Dionisius Rebon
TRIBUNFLORES.COM, KEFAMENANU - Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Timor Tengah Utara (TTU) mengungkap data terkini dampak angin kencang melanda wilayah Kabupaten TTU, Provinsi NTT selama Bulan Januari 2026. Tercatat sebanyak 3 unit rumah rusak berat usai tertimpa pohon tumbang.
Kepala BPBD Kabupaten TTU, Octho Nule mengatakan, masyarakat diimbau untuk waspada selama cuaca ekstrem terjadi di wilayah Kabupaten TTU.
"Kita sudah imbau masyarakat melalui surat imbauan bapak Bupati TTU akhir Desember 2025 lalu,"ujarnya, Minggu, 25 Januari 2026.
Ia menerangkan, pada Jumat, 23 Januari 2026, satu unit rumah milik warga Kelurahan Kefamenanu Tengah, Kecamatan Kota Kefamenanu, Kabupaten Timor Tengah Utara (TTU), NTT bernama Et De Fretes rusak tertimpa pohon tumbang. Pohon tersebut tumbang usai angin kencang dan hujan lebat melanda wilayah tersebut.
Baca juga: BMKG NTT Ungkap Dampak Siklon Tropis Luana hingga Selasa 27 Januari 2026
Pohon yang berada di belakang rumah warga tersebut tumbang usai diterjang angin kencang pada hari yang sama. Tidak ada korban jiwa dalam peristiwa tersebut.
Semen itu pekan lalu, satu unit rumah milik warga RT 023, RW 12, Desa Salu, Kecamatan Miomaffo Barat, Kabupaten Timor Tengah Utara (TTU), NTT terdampak angin puting beliung. Rumah milik Paulinus Tefa ini tertimpa pohon usai angin kencang melanda wilayah tersebut.
Atap seng dan kayu penyanggah atap rumah itu mengalami kerusakan berat. Sementara dinding bangunan tersebut mengalami retak akibat tertimpa batang kayu.
Dua pekan lalu, 1 unit rumah di Desa Humusu Wini, Kecamatan Insana Utara, Kabupaten Timor Tengah Utara (TTU), Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) tertimpa pohon yang tumbang. Hal ini disebabkan oleh angin kencang dan hujan yang melanda wilayah Pantai Utara (Pantura), Kabupaten TTU beberapa waktu terakhir.
Rumah tersebut milik warga RT 015, RW 002, Desa Humusu Wini, Kecamatan Insana Utara bernama Lukas Adu.
Data tersebut, kata Octho, belum termasuk lapora. bencana banjir dan longsor serta infrastruktur yang rusak akibat longsor dan banjir.
Setiap saat, BPBD Kabupaten TTU selalu memberikan informasi terkait perkembangan cuaca yang terjadi. Informasi itu disampaikan melalui grup WhatsApp Desa/Kelurahan Siaga Bencana yang berisikan semua kepala desa dan lurah di Kabupaten TTU.
Bencana Hidrometeorologi Basah ini meliputi; angin puting beliung, intensitas hujan rendah sedang dan tinggi diikuti dengan petir dan angin kencang.
BPBD Kabupaten TTU juga selalu merilis informasi terkini dari BMKG di media sosial maupun di media online dan sejumlah sarana informasi lainnya. Para kepala desa dan lurah juga diminta selalu memantau situasi di daerah masing-masing.
Kabupaten TTU dimudahkan dengan Call Center 112 yang sudah banyak diakses oleh masyarakat. Hal ini mempermudah masyarakat melaporkan situasi bencana yang terjadi di wilayah mereka masing-masing.
Meskipun begitu, pembangunan posko siaga bencana di Kabupaten TTU tetap dilaksanakan dengan terus berkoordinasi dengan Call Center 112. (bbr)