Brimob Polda NTT Evakuasi Nelayan Tenggelam di Perairan Konga, Flores Timur
January 26, 2026 10:38 AM

Laporan Reporter POS-KUPANG.COM, Eugenius Suba Boro

TRIBUNFLORES.COM, KUPANG - Sebuah kapal nelayan dilaporkan tenggelam akibat cuaca buruk dan gelombang tinggi di perairan belakang Pulau Konga, Kecamatan Titehena, Kabupaten Flores Timur, Minggu (25/1/2026).

Kabidhumas Polda NTT, Kombes Pol Henry Novika Chandra menjelaskan, peristiwa tersebut terjadi sekitar pukul 11.55 WITA. Informasi awal diterima dari seorang nelayan bernama Wawan yang melaporkan adanya kapal nelayan tenggelam setelah kemudi kapal patah dan tidak mampu menahan terjangan gelombang tinggi.

“Begitu menerima laporan dari masyarakat, personel Brimob yang sedang melaksanakan pengamanan langsung merespons cepat dan berkoordinasi untuk proses evakuasi,”  Kombes Pol Henry Novika Chandra kepada Reporter POS-KUPANG.COM Senin (26/1/2026).

Baca juga: BMKG NTT Ungkap Dampak Siklon Tropis Luana hingga Selasa 27 Januari 2026

Respon Cepat

Personel Brimob Polda NTT yang pertama kali merespons kejadian tersebut adalah Aipda Agus Dlajar dan Brigpol Arif Rahman, anggota Kompi 1 Yon B Pelopor Satbrimob Polda NTT.

Saat itu, keduanya tengah bertugas melakukan pengamanan di PT ASA Mutiara Konga. Mereka segera melaporkan kejadian tersebut kepada pimpinan perusahaan guna mendukung langkah-langkah penyelamatan.

Proses evakuasi kemudian dilakukan secara terpadu dengan melibatkan pimpinan PT ASA Mutiara Konga, personel Brimob Polda NTT, serta karyawan perusahaan. Untuk menjangkau lokasi kejadian, digunakan dua unit kapal milik PT ASA Mutiara Konga, yakni Kapal ASA 2 dan Kapal ASA 4.

Adapun tiga nelayan yang menjadi korban dalam peristiwa tersebut diketahui bernama Samsudin, Wawan, dan Niko, yang seluruhnya merupakan warga Desa Kobasoma, Kecamatan Titehena, Kabupaten Flores Timur.

Berkat kerja cepat dan sinergi seluruh pihak, pada pukul 13.15 WITA, ketiga nelayan beserta kapalnya berhasil dievakuasi ke area PT ASA Mutiara Konga dalam kondisi selamat.

“Alhamdulillah, seluruh nelayan berhasil diselamatkan dan tidak ada korban jiwa. Ini merupakan wujud nyata kehadiran Polri, khususnya Brimob Polda NTT, dalam memberikan perlindungan dan pertolongan kepada masyarakat,” tambah Kombes Pol Henry Novika Chandra.

Ia juga mengimbau masyarakat pesisir, khususnya para nelayan, agar selalu memperhatikan kondisi cuaca sebelum melaut, mengingat potensi cuaca ekstrem masih dapat terjadi di wilayah perairan Nusa Tenggara Timur. (uge)

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.