Laporan Reporter POS-KUPANG.COM, Irfan Hoi
TRIBUNFLORES.COM, KUPANG – Hujan sedang hingga lebat disertai angin kencang masih berpeluang melanda Nusa Tenggara Timur (NTT). Hal itu dikarenakan adanya siklon tropis Luana.
"Terpantau adanya siklon tropis Luana yang berkembang dari bibit siklon tropis 91S," kata
Kepala Stasiun Meteorologi Kupang Sti Nenotek, Minggu (25/1/2026) dalam prakiraan cuaca 25-27 Januari 2026.
Dia mengatakan, siklon itu tumbuh sejak 21 Januari 2026 di Samudra Hindia Selatan Nusa Tenggara Barat dan mencapai intensitas Siklon Tropis pada 24 Januari 2026 pada pukul 01.00 WIB.
Kondisi lainnya adalah adanya bibit siklon tropis 92P di Teluk Carpentaria sebelah Selatan Papua Selatan yang bergerak ke arah Selatan serta aktifnya Madden Julian Oscillation (MJO) dan Gelombang atmosfer Rossby yang memberikan dampak tidak langsung terhadap kondisi cuaca di wilayah NTT.
Baca juga: Cuaca Ekstrem di Ende, BPBD Ende Terima 11 Laporan Dampak Bencana
"Waspadai dampak hujan sedang hingga lebat yang disertai petir dan angin kencang yang dapat menyebabkan bencana hidrometeorologi," katanya.
Adapun tanggal 26 Januari hujan sedang hingga lebat berpotensi terjadi di Manggarai Barat, Manggarai Timur, Manggarai, Kota Kupang, Kabupaten Kupang, Rote Ndao, Sabu Raijua, dan pulau Sumba.
Pada tanggal yang sama, cuaca pada hari berpeluang hujan ringan di Labuan Bajo, siang hingga sore hari hujan ringan di Sabu, Baa, Ende, Mbay, Ruteng, Labuan Bajo, Waingapu.
Sedangkan malam hari potensi hujan ringan di wilayah Kupang, Sabu, Baa, Labuan Bajo, Waingapu, Waibakul, Tambolaka, Waikabubak.
Lalu dini hari potensi hujan lebat yang dapat disertai petir/kilat dan angin kencang di wilayah Labuan Bajo, Waingapu dan Waikabubak. Peluang kabut di wilayah Soe.
"Suhu udara di NTT 23 - 32°C. Suhu udara di Manggarai, Ngada dan sebagian wilayah dataran tinggi lainnya berada di 19 - 27°C.
Angin bergerak dari Barat - Barat Laut dengan kecepatan 25 - 40 km/jam," katanya.
Sementara tanggal 27 Januari cuaca yang sama melanda Manggarai, Manggarai Barat, Manggarai Timur, Ngada, Nagekeo, Ende, Kota Kupang, Kabupaten Kupang, Belu, TTU, TTS, Rote Ndao, Sabu Raijua dan pulau Sumba.
"Wilayah yang berpotensi angin kencang seluruh wilayah NTT," katanya.
Kepala Stasiun Maritim Tenau Yandri E. Tungga melaporkan pola angin di wilayah NTT umumnya bergerak dari Barat Daya Barat Laut dengan kecepatan angin berkisar 10 - 40 knot.
Kecepatan angin tertinggi terpantau di Selat Sape, Perairan Flores, Selat Flores -Lamakera,Selat Pantar, Selat Alor, Perairan selatan Alor - Pantar, Selat Sumba, Laut Sawu, Selat Ombai, Perairan Selatan Sumba, Perairan Sabu - Raijua, Perairan Utara Timor, Perairan Utara Kupang - Rote, Selat Pukuafu, dan Perairan selatan Timor - Rote.
"Waspada terhadap awan Cumulonimbus atau wan gelap seperti bunga kol yang dapat meningkatkan tinggi gelombang serta perubahan arah dan kecepatan angin secara
signifikan dan tiba-tiba," ujarnya.
Yandri menyebut pada 26-29 Januari 2026, tinggi gelombang 1,25 - 2,5 meter berpeluang terjadi di Selat Sape Bagian Utara, Selat Sape Bagian Selatan, Perairan Utara Flores, Selat Flores - Lamakera, Selat Pantar, Selat Alor, Perairan Selatan Flores, Perairan Selatan Alor - Pantar, Selat Sumba Bagian Timur, Selat Ombai, Perairan Utara Timor, Selat Pukuafu.
Sementara tinggi gelombang 2,5 - 4,0 meter berpeluang terjadi di Selat Sumba Bagian Barat, Laut Sawu, Perairan Selatan Sumba, Perairan Utara Sabu - Raijua, Perairan Utara Kupang - Rote, Perairan Selatan Sabu - Raijua, Perairan Selatan Timor -Rote. (fan)