TRIBUNGORONTALO.COM - Biomasa Group menggelar cost efficiency program (CEP) pada Konvensi ke-7 semester 2 tahun 2025 dan pelaksanaan konvensi diselenggarakan pada 20 – 23 Januari 2026.
Kegiatan ini diikuti oleh karyawan yang mendaftarkan ide-ide inovatif dari seluruh unit kerja perusahaan.
Biomasa Group terdiri PT Biomasa Jaya Abadi (PT BJA), PT Inti Global Laksana (PT IGL), PT Banyan Tumbuh Lestari (PT BTL) kembali menegaskan komitmennya dalam membangun proses pengembangan kemampuan, pengetahuan, keterampilan, budaya inovasi dan peningkatan kinerja serta pengembangan sumber daya manusia berkelanjutan.
Pada Konvensi CEP ke-7 tahun ini, sebanyak 125 peserta inovasi yang berpartisipasi dengan mempresentasikan 85 judul ide dan proyek Efficiency.
Seluruh ide merupakan hasil proses seleksi dan pembinaan internal yang sebelumnya telah dilakukan di masing- masing departemen dan site operasional PT BJA.
Berbagai inovasi yang dipresentasikan mencakup aspek Efficiency operasional, optimalisasi pemeliharaan peralatan, penghematan energi, peningkatan keselamatan dan produktivitas kerja, serta penyempurnaan sistem dan prosedur manajemen.
Setiap proposal dievaluasi secara komprehensif oleh dewan juri berdasarkan kriteria kebaruanbide, potensi penghematan biaya, kemudahan implementasi, serta dampak jangka pendek dan jangka panjang terhadap kinerja perusahaan.
Direktur Biomasa PT BJA, Zunaidi, menyampaikan bahwa Cost Efficiency Program (CEP) merupakan salah satu pilar penting dalam penguatan kinerja dan daya saing perusahaan.
“Program CEP ini sangat baik untuk membentuk mindset seluruh karyawan untuk selalu melakukan inovasi untuk meningkatkan kinerja dan meningkatkan daya saing perusahaan, sehingga dengan program ini diharapkan meningkatkan Skill, Knowledge dan Attitude karyawan.
Melalui program ini, karyawan didorong untuk berpikir kritis, inovatif, dan solutif dalam melihat setiap tantangan di lingkungan kerja. Ide-ide yang dihasilkan tidak hanya berdampak pada Efficiency biaya, tetapi juga menjadi fondasi dalam membangun performa perusahaan yang lebih baik dan berkelanjutan di masa depan,” ujar Zunaidi.
Lebih lanjut, ia menegaskan bahwa keterlibatan aktif karyawan dalam CEP mencerminkan tumbuhnya budaya continuous improvement di lingkungan PT BJA, di mana setiap insanperusahaan memiliki peran strategis dalam mendukung Efficiency, produktivitas, dan keberlanjutan Perusahaan.
Management secara continue melakukan pembinaan kepada karyawan program Inovasi CEP melalui metode Quality Control Project (QCP), Quality Control Circle (QCC) dan Suggestion System (SS).
Sebagai bentuk apresiasi perusahaan terhadap kontribusi dan inovasi karyawan, dalam ajang CEP ini PT BJA juga memberikan penghargaan berupa laptop dan uang tunai kepada karyawan dengan ide terbaik dan paling berdampak.
Pemberian apresiasi tersebut merupakan komitmen perusahaan dalam mendorong budaya inovasi dan peningkatan kinerja secara berkelanjutan.
Para karyawan yang mengikuti dan menerima apresiasi dalam kegiatan CEP menunjukkan antusiasme yang tinggi serta rasa bangga dan bahagia, karena ide-ide yang mereka gagas tidak hanya diapresiasi, tetapi juga berkontribusi nyata terhadap kemajuan dan efisiensi perusahaan.
Melalui pelaksanaan Cost Efficiency Program (CEP) Konvensi ke-7 Tahun 2026, PT Biomasa Jaya Abadi berharap inovasi-inovasi unggulan yang dihasilkan dapat segera diimplementasikan secara optimal, memberikan kontribusi nyata terhadap pengendalian biaya, peningkatan kinerja operasional, serta penguatan tata kelola perusahaan dalam jangka panjang.
Mengenai PT Biomasa Jaya Abadi
PT Biomasa Jaya Abadi (BJA) merupakan perusahaan produsen wood pellet (pellet kayu) terintegrasi yang didirikan pada 2019 di Pohuwato, Provinsi Gorontalo, Sulawesi.
Saat ini BJA mengolah kayu menjadi wood pellet yang bahan bakunya berasal dari kayu hasil penyiapan lahan (land preparation) dari HGU PT Banyan Tumbuh Lestari (BTL) dan PT Inti Global Laksana (IGL) yang akan ditanami tanaman Gamal dan Kaliandra.
Sejak didirikan pada 2019 hingga Maret 2025, PT BJA telah menggelontorkan investasi senilai Rp1,53 triliun. Kucuran investasi tersebut ditujukan dalam rangka pembangunan dan operasional pabrik pengolahan pelet kayu. Saat ini, PT BJA memiliki izin kapasitas produksi pelet kayu sebesar 900.000 ton per tahun.
PT BJA juga berkomitmen kuat terhadap prinsip keberlanjutan, inovasi, dan peningkatan nilai tambah bagi perusahaan, karyawan, serta masyarakat. (***/BJA)