TRIBUNPONTIANAK.CO.ID – Ketua DPRD Kota Pontianak, Satarudin, menegaskan bahwa event olahraga seharusnya tidak berdiri sendiri.
Menurutnya, olahraga akan memberikan dampak yang jauh lebih besar jika dikolaborasikan dengan sektor hiburan dan Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM).
“Ketika olahraga digabungkan dengan UMKM dan pertunjukan musik, banyak nilai positif yang bisa didapat. Kita menciptakan wadah bagi atlet untuk berkembang, memberi ruang rezeki bagi UMKM, dan menyediakan panggung seni bagi musisi Kota Pontianak,” ujar Satarudin, Minggu 25 Januari 2026 malam.
Gagasan tersebut diwujudkan melalui kegiatan Open Turnamen Mini Soccer Piala Ketua DPRD Kota Pontianak se-Kalimantan Barat.
Baca juga: 32 Tim Ambil Bagian di Turnamen Mini Soccer Piala Ketua DPRD Pontianak Satarudin
Turnamen yang berlangsung selama sepekan ini berhasil menarik antusiasme masyarakat.
Penonton terlihat memadati area pertandingan untuk menyaksikan laga demi laga.
Menurut Satarudin, daya tarik turnamen ini juga ditopang oleh kualitas para pemain yang bertanding.
Tidak hanya diikuti pemain lokal, sejumlah atlet sepak bola dari luar Kalimantan turut ambil bagian.
Kehadiran mereka menjadi magnet tersendiri yang membuat masyarakat tertarik datang ke lapangan.
“Kualitas pemainnya sangat bagus. Ini yang membuat pertandingan menarik dan penonton antusias menyaksikan setiap laga,” katanya.
Ramainya penonton turut membawa dampak positif bagi pelaku UMKM.
Baca juga: Satarudin Minta Pengawasan LPG 3 Kg di Perketat Jangan Sampai Diborong Berkedok UMKM
Kehadiran stan kuliner di sekitar lapangan menjadi sasaran utama pengunjung yang ingin menikmati makanan dan minuman dengan harga terjangkau.
Kondisi ini membuktikan bahwa olahraga dapat berjalan seiring dengan perputaran ekonomi masyarakat kecil.
Tak hanya itu, pada malam final turnamen juga digelar pertunjukan musik yang menampilkan band-band indie asal Pontianak.
Satarudin ingin menunjukkan bahwa Kota Pontianak memiliki banyak musisi berbakat dengan karya yang tak kalah kualitasnya dibanding band dari luar daerah.
“Band-band indie Pontianak ini lagu-lagunya bagus, karakternya kuat. Mereka hanya butuh lebih banyak ruang ekspresi. Kalau sering diberi panggung, industri musik lokal bisa semakin hidup,” ujarnya.
Ia optimistis, di era keterbukaan informasi saat ini, siapa pun bisa dikenal luas, termasuk musisi dari Pontianak.
Dukungan pemerintah dan konsistensi menghadirkan event kolaboratif dinilai menjadi kunci untuk mewujudkan hal tersebut.
Pegiat seni Kalimantan Barat, Rizal Hamka, turut mengapresiasi konsep kolaborasi olahraga dan seni pertunjukan ini.
Menurutnya, model kegiatan seperti ini merupakan terobosan baru yang patut terus dikembangkan.
“Saya titip kepada Bang Satar agar kegiatan yang melibatkan seni pertunjukan seperti ini diperbanyak. Ini sangat positif,” ujarnya.
Hal senada disampaikan Vokalis Cabik Dinan yang tampil dalam acara tersebut. Ia berharap event serupa tidak berhenti sampai di sini karena memberikan manfaat bagi banyak pihak.
“Penonton bisa belanja di UMKM, menikmati musik, dan menonton pertandingan sekaligus. Ini terobosan luar biasa. Semoga ke depan makin banyak event seperti ini,” katanya.
Kolaborasi antara olahraga, UMKM, dan seni pertunjukan ini dinilai menjadi contoh nyata bagaimana sebuah event mampu membangun kualitas sumber daya manusia sekaligus menggerakkan ekonomi lokal Kota Pontianak.
!!!Membaca Bagi Pikiran Seperti Olahraga Bagi Tubuh!!!