Kisah Nelayan di Sikka, Tiga Minggu Tak Melaut, Kini Beralih Jadi Tukang Ojek
January 26, 2026 02:39 PM

Laporan Reporter POS-KUPANG.COM, Arnoldus Welianto

POS-KUPANG.COM, MAUMERE - Angin kencang disertai gelombang tinggi yang menerjang wilayah Kabupaten Sikka, Nusa Tenggara Timur (NTT) menyebabkan nelayan tidak melaut sudah memasuki tiga minggu. 

"Sudah tiga minggu kami tidak melaut karena gelombang tinggi, pekerjaan alternatif ya jadi tukang ojek," kata Muhamad Zakaria, salah satu nelayan di Desa Waipare,Kecamatan Kangae, Senin (26/1/2026).

Untuk memenuhi kebutuhan hidup sehari-hari, ia terpaksa banting stir menjadi tukang ojek. Sementara nelayan lainnya ada yang memilih menjadi pedagang.

Ia mengatakan sebagian besar nelayan saat ini fokus mengamankan perahu serta memperbaiki jaring mereka. 

Selama tidak melaut, beberapa nelayan lainnya terkadang masih mencari ikan di sekitar dermaga. Ini dilakukan untuk menghidupi keluarganya.

Baca juga: Angin Kencang Terjang 10 Desa di Tanawawo Sikka

Sementara itu, ratusan perahu berlabuh di pinggir tambatan perahu Waipare dan tidak bisa keluar karena tumpukan pasir menutup akses keluar masuk perahu nelayan. 

"Pasir sudah menumpuk, jadi mau kebawa sudah dangkal, tunggu air naik ful baru bisa keluar perahunya," jelasnya. 

Ia dan para nelayan hanya bisa berharap kepada pemerintah untuk membangun talud penahan ombak agar para nelayan bisa akses dan berlabuh di tambatan perahu Waipare dengan baik. (awk)

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.