BGN Tegaskan MBG Bagi Pelajar Tetap Disalurkan Selama Ramadan, Mekanisme Distribusi Disesuaikan
January 26, 2026 05:14 PM

TRIBUNKALTARA.COM, NUNUKAN – Badan Gizi Nasional (BGN) menegaskan program makan bergizi gratis (MBG) tetap disalurkan kepada pelajar serta guru dan Tenaga Kependidikan selama bulan Ramadan di seluruh Indonesia, termasuk di Nunukan Kalimantan Utara.

Penyesuaian hanya dilakukan pada mekanisme distribusi, sementara jumlah dan sasaran penerima manfaat tidak mengalami perubahan.

Kepala BGN, Dadan Hindayana, menegaskan komitmen pemerintah dalam memastikan pemenuhan gizi peserta didik tetap terpenuhi selama bulan Ramadan.

“Selama Ramadan, MBG tetap berjalan normal. SPPG wajib menyiapkan makanan bergizi sesuai kebutuhan wilayah masing-masing,” ujar Dadan Hindayana kepada TribunKaltara.com, Senin (26/01/2026).

Baca juga: Dapur SPPG untuk Makan Bergizi Gratis Mulai Dibangun di Tana Tidung, Wilayah 3T Jadi Perhatian

Menurut Dadan Hindayana, pelaksanaan makan bergizi gratis akan disesuaikan dengan kondisi peserta didik. Sekolah dengan mayoritas siswa nonmuslim tetap menerima MBG seperti hari biasa.

Sementara di daerah dengan mayoritas siswa berpuasa, makanan diberikan dalam bentuk siap saji untuk dibawa pulang. Selain menyasar pelajar, BGN juga memastikan guru dan tenaga kependidikan menjadi penerima manfaat MBG.

Kebijakan tersebut mengacu pada Peraturan Presiden Nomor 115 Tahun 2025 tentang Perluasan Penerima Program Makan Bergizi Gratis.

“Untuk guru dan Tenaga Kependidikan telah dijamin menerima MBG sebagaimana pelajar,” ucapnya.

Ia menambahkan, penyesuaian selama Ramadan tidak mengurangi hak penerima. Seluruh data penerima tetap mengacu pada pendataan awal, baik bagi yang berpuasa maupun tidak.

Baca juga: Tidak Hanya Siswa, Guru dan Petugas Kebersihan Sekolah di Tarakan Dapat Makan Bergizi Gratis

“MBG bisa dibawa pulang bagi yang berpuasa. Kami pastikan makanan tetap layak hingga waktu berbuka,” tuturnya.

Dalam kesempatan tersebut, Dadan juga mendorong optimalisasi potensi pangan lokal sebagai bagian dari rantai pasok MBG. 

Di Pulau Sebatik, tanaman kelor dan pisang dinilai dapat menjadi sumber bahan pangan bergizi yang mudah diakses masyarakat.

“Potensi lokal seperti kelor dan pisang banyak tersedia di Sebatik dan bisa dikembangkan untuk mendukung MBG,” kata Dadan.

Ia turut menegaskan, pemenuhan gizi seimbang tetap menjadi prioritas pemerintah, termasuk selama bulan Ramadan, guna mendukung tumbuh kembang dan kesehatan anak.

“Pemenuhan gizi adalah hak setiap anak, kapan pun, termasuk di bulan Ramadan,” ungkapnya.

(*)

Penulis: Febrianus Felis

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.