TRIBUNLOMBOK.COM - Pengurus Cabang Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PC PMII) Lombok Barat melakukan aksi kemanusiaan, dengan menyisir wilayah terdampak banjir di Kabupaten Lombok Barat selama dua hari berturut-turut (24–25 Januari 2026).
Aksi bertajuk "Bergerak untuk Kemanusiaan" ini meliputi pendistribusian logistik, bantuan pendidikan, hingga gotong royong pembersihan fasilitas publik di dua kecamatan, yakni Sekotong dan Labuapi.
Kegiatan diawali pada Sabtu (24/1/2026) di Dusun Bengkang, Desa Persiapan Pengantap, Kecamatan Sekotong. Di wilayah ini, dampak banjir terpantau cukup parah.
Selain rumah yang hanyut dan rusak, banyak warga kehilangan peralatan rumah tangga akibat terseret arus sungai yang meluap.
Fokus utama aksi di Sekotong adalah pemulihan fasilitas pendidikan di SDN 3 Buwun Mas.
Para kader PMII berjibaku membersihkan lumpur pekat yang menggenangi ruang kelas dan kantor guru agar aktivitas sekolah segera normal kembali. Selain bantuan tenaga, PMII juga menyalurkan paket Alat Tulis Kantor (ATK) kepada 110 siswa.
"Di lapangan kami melihat langsung rumah warga yang rusak dan ada yang hanyut. Banyak peralatan dapur warga juga hilang terbawa arus. Lumpur masih menggenang di beberapa titik. Karena itu kami merasa perlu hadir langsung untuk membantu pemulihan, bukan hanya dalam bentuk bantuan logistik, tetapi juga tenaga,” ujar Ketua PC PMII Lombok Barat, Rizwaul Rizki.
Pada hari kedua, Minggu (25/1/2026), aksi berlanjut ke Desa Perampuan, Kecamatan Labuapi. Meski kerusakan bangunan tidak separah di Sekotong, genangan lumpur di Dusun Pengsong, Krepek, dan Karang Bayan dilaporkan masih menghambat mobilitas warga dan merusak persediaan pangan.
Bersama Kepala Desa Perampuan, tokoh pemuda, dan Karang Taruna, PC PMII melakukan metode door-to-door untuk memastikan bantuan sampai ke tangan yang tepat. Bantuan difokuskan pada bahan pangan pokok dan paket ATK untuk anak sekolah.
“Setelah banjir, banyak bahan makanan yang tidak bisa digunakan. Bantuan pangan seperti ini sangat membantu kami untuk sementara waktu,” ungkap salah seorang warga Dusun Pengsong.
Kepala Desa Perampuan mengapresiasi kolaborasi mahasiswa dalam penanganan pascabencana ini.
Menurutnya, dukungan moral dan fisik dari organisasi kepemudaan seperti PMII sangat dibutuhkan untuk menumbuhkan kembali semangat gotong royong warga.
Kegiatan ini menjadi bagian dari upaya mahasiswa untuk hadir di tengah masyarakat, terutama saat menghadapi situasi darurat dan proses pemulihan pascabencana.
PC PMII Lombok Barat juga menyampaikan terima kasih kepada seluruh pihak yang telah mendukung terselenggaranya kegiatan tersebut, termasuk pemerintah desa, pihak sekolah, pemuda setempat, serta masyarakat yang turut berpartisipasi dalam proses pemulihan.