TRIBUNJAKARTA.COM - Kedatangan Layvin Kurzawa ke Persib Bandung menjadi salah satu transfer paling sensasional di sepak bola Indonesia musim ini.
Statusnya sebagai pemain bintang grade A tak membuatnya ragu bergabung dengan tim kontestan Super League Persib Bandung.
Sebagai mantan pemain elit Eropa, ia memiliki rekam jejaknya yang pernah berada satu tim dengan bintang dunia seperti Neymar, Kylian Mbappe, dan Lionel Messi saat memperkuat Paris Saint-Germain (PSG) selama hampir satu dekade.
Kini, ia memilih berpetualang membela Persib memperkuat lini belakang di putaran kedua BRI Super League 2025/2026.
Transfer ini juga menjadi pernyataan ambisi besar klub Persib Bandung dalam bersaing di kompetisi domestik dan kancah Asia.
Layvin Kurzawa menegaskan bahwa ia sangat antusias untuk segera dapat membantu Pangeran Biru.
"Ini murni keputusan saya. (PERSIB) pilihan terbaik untuk saya dan karier saya," tegas Kurzawa dikutip dari laman Persin, Senin (26/1/2026).
"Ini petualangan baru dan saya sangat antusias untuk datang dan bermain di sini," ujar pemain berposisi bek kiri itu.
Status juara bertahan dan nama besar Persib Bandung di Indonesia dan Asia, serta besarnya dukungan Bobotoh, diakui Kurzawa membuatnya makin termotivasi untuk segera memberi kontribusi ke tim besutan Bojan Hodak ini.
"Saya ingin membantu tim, memberikan kualitas saya dan menunjukkan ke mereka siapa saya sebenarnya," tambah pemain berusia 33 tahun ini.
Data dari sejumlah media mencatat bahwa gaji Kurzawa selama kariernya di PSG pernah mencapai sekitar £104 ribu per minggu (sekitar Rp2,3 miliar/minggu) pada masa puncaknya.
Di musim terakhirnya tetap berada di kisaran lebih dari £89 ribu per minggu (sekitar Rp2 miliar) meski minim bermain.
Untuk kontraknya bersama Persib, estimasi gaji yang diterima Kurzawa sekitar Rp1 miliar per bulan selama masa kontrak enam bulan hingga akhir musim 2025/2026.
Angka ini setara dengan sekitar 50 000 euro per bulan, jauh di bawah standar gaji elit Liga Eropa tetapi tetap termasuk signifikan di kancah sepak bola Indonesia.
Meski mengalami penurunan gaji signifikan, keputusan Kurzawa bergabung dengan Persib diyakini bukan semata soal uang.
Faktor menit bermain, tantangan baru, serta peran sentral di dalam tim menjadi alasan kuat di balik pengorbanan finansial tersebut.
Bagi Persib, kehadiran Kurzawa jelas merupakan langkah besar. Pengalaman bermain di Liga Champions dan atmosfer sepak bola Eropa diharapkan mampu mendongkrak kualitas tim, sekaligus memberi dampak positif bagi perkembangan pemain lokal.
Perbandingan gaji Kurzawa di PSG dan Persib menjadi gambaran nyata jurang finansial antara sepak bola Eropa dan Asia Tenggara benar-benar jomplang bak bumi dan langit.
Namun di balik angka tersebut, langkah Kurzawa menandai fase baru dalam kariernya, yang sarat makna baik bagi sang pemain maupun bagi Persib Bandung.
Kedatangan Kurzawa bukan hanya soal nama besar, tetapi juga sebagai momen bersejarah yang menegaskan ambisi Persib dalam menghadirkan pemain kelas dunia sekaligus meningkatkan daya saing klub di level kompetisi regional.
Saat masih berseragam PSG, Kurzawa termasuk dalam jajaran pemain dengan bayaran tinggi.
Gaji terakhir Kurzawa di PSG pada musim 2023/2024 tercatat mencapai 115.385 euro per pekan atau sekitar Rp2,2 miliar, dikutip dari Capology.
Jika dikalkulasikan dalam satu musim, ia mengantongi sekitar 6 juta euro atau setara Rp119 miliar.
Namun, kondisi tersebut berubah drastis setelah ia meninggalkan Paris dan melanjutkan karier ke Liga Portugal bersama Boavista.
Di klub tersebut, Kurzawa harus menerima bayaran yang jauh lebih kecil, bahkan hanya sebagian kecil dari penghasilannya saat berada di PSG.
Setelah sembilan musim membela PSG dan nyaris lima tahun berada di luar rencana klub, Kurzawa akhirnya menemukan jalan keluar dengan bergabung ke Boavista.
Namun, keterpurukan klub milik Gerard Lopez membuat bek kiri berusia 33 tahun itu kembali berstatus tanpa klub dan harus mencari pelabuhan baru.
Kurzawa secara terbuka mengakui bahwa dirinya tak lagi mengejar gaji besar.
“Bahkan klub-klub mengira saya menolak kontrak besar. Tapi saya tidak pergi ke Boavista karena kontrak."
"Saya pergi untuk bermain sepak bola. Berapa penghasilan saya? Kurang dari €10.000 (sekitar Rp198 juta),” ujar Kurzawa, dikutip dari frenchfootballweekly pada September 2025.
Menjelang bursa transfer musim dingin Januari 2026, Kurzawa kembali menegaskan bahwa faktor finansial bukan lagi prioritas utama dalam memilih klub.
“Saat ini saya tidak memiliki kriteria seleksi. Yang saya inginkan adalah proyek yang bagus untuk saya. Ini bukan soal uang, ini soal kesenangan,” tambahnya.