SURYA.CO.ID, NGANJUK – Pelarian nekat M Hairul dari jeruji besi Rutan Kelas IIB Nganjuk, Jawa Timur (Jatim), berakhir tragis di sebuah kandang sapi.
Setelah sempat mengecoh petugas dengan merangkak di plafon dan melompati tembok berduri pada Kamis (22/1/2026), napi ini akhirnya ditemukan meringkuk di bawah tumpukan jerami pada Senin (26/1/2026) pagi.
Hairul diamankan oleh tim gabungan di rumah masa kecilnya yang terletak di Dusun Ringin Kembar, Desa Jambi, Kecamatan Baron, Kabupaten Nganjuk.
Penangkapan ini merupakan hasil kolaborasi antara pihak Rutan dan Polres Nganjuk setelah melakukan pengejaran intensif selama 4 hari.
Baca juga: Napi Rutan Nganjuk yang Kabur Akhirnya Tertangkap di Baron, 4 Hari Sembunyi
Kepala Rutan Kelas IIB Nganjuk, Arief Budi Prasetya menjelaskan kepada SURYA.co.id, bahwa rumah yang menjadi lokasi persembunyian Hairul dihuni oleh kakek, nenek, dua anak, keponakan dan paman tersangka.
"Kami langsung bergerak melakukan pengejaran tak lama usai napi kabur. Salah satu tempat yang dicurigai adalah rumah masa kecil napi di Dusun Ringin Kembar," ujar Arief.
Meski penggeledahan pada Minggu sore (25/1/2026) tidak membuahkan hasil, petugas mendapatkan laporan krusial dari warga pada Senin subuh. Warga melihat seseorang dengan gelagat mencemas dan gerak-gerik mencurigakan di dalam rumah tersebut.
"Petugas kembali menyisir segala ruang, mulai dari kamar hingga dapur. Di kandang sapi, kami sangsi melihat tumpukan jerami yang tertata terlalu rapi. Setelah dibongkar, kami mendapati yang bersangkutan bersembunyi di dalamnya. Ia menyerah tanpa perlawanan," tambahnya.
Baca juga: Terungkap Motif Napi Nganjuk Kabur: Masalah Utang dan Galau Istri Jadi TKW
Berdasarkan rekaman CCTV, Hairul melancarkan aksinya pada Kamis (22/1/2026) pukul 11.04 WIB.
Memanfaatkan situasi dapur yang sepi setelah pembagian makan siang, ia naik ke plafon dan merayap menghindari pantauan kamera.
Pada pukul 12.02 WIB, Hairul kembali terekam sedang merusak kawat berduri di atas tembok pembatas setinggi 6 meter.
Setelah berhasil melewati kawat, ia melompat ke halaman Rutan dan melompati pagar luar untuk menuju ke arah Jalan KH. Agus Salim.
Aksi nekat ini sebenarnya sempat dipergoki oleh Dede Andriana (31), seorang pedagang es cincau di depan Rutan.
Dede melihat seorang pria berbaju krem yang kemudian tersangkut di kawat, berjalan cepat dengan langkah tergesa-gesa.
"Saya melihat ada napi keluar melewati kawat berduri. Bajunya sempat tersangkut, lalu dilepas dan disampirkan ke bahu," ungkap Dede yang langsung melaporkan kejadian tersebut ke petugas.
Pihak Rutan mengakui adanya celah keamanan di sisi selatan. Meski terdapat menara pos penjagaan, pos tersebut dalam keadaan kosong karena prioritas personel difokuskan pada menara pos utara saat jam kunjungan tatap muka.