TRIBUNPEKANBARU.COM, PEKANBARU - Judi Online (Judol) menjadi masalah yang serius menyerang semua lini masyarakat.
Dampaknya mulai dari kriminalitas termasuk pembunuhan. Bahkan ada juga yang sampai mengakhiri hidup sendiri akibat kecanduan judi online.
Seperti peristiwa yang menyita perhatian publik di Kota Pekanbaru, seorang Barista yang bekerja di coofee shop Sinar di Jalan Thamrin Suka Mulya Kota Pekanbaru berinisial SH.
Ia mengakhiri hidupnya karena terlilit hutang akibat kecanduan judi online tersebut. Hal ini terungkap dari wasiat yang disampaikan SH melalui Handphone miliknya setelah meninggal dunia.
Ia ditemukan meninggal oleh temannya dengan seutas kabel di pohon di depan coofee shop tempatnya bekerja.
Dalam wasiatnya itu, SH menyampaikan jika dirinya sudah mengambil uang dari kasir dan menggadaikan sepeda motor NMAX miliknya ke seseorang karena butuh uang untuk modal judi online.
Tribunpekanbaru.com yang mencoba melihat langsung lokasi di Jalan Thamrin tersebut hanya melihat pagar coofee shop itu terkunci rapat.
Pagar berwarna oranye bercampur hitam setinggi dua meter dengan kawat berduri diatasnya itu sudah terkunci rapat sejak peristiwa bunuh diri SH itu.
Saat dicoba intip ke dalam, terlihat di sekitaran batang pohon tempatnya mengakhiri hidup, masih terpasang police line, sedangkan sekelilingnya terlihat tidak ada aktivitas.
"Sudah tutup sejak kejadian kemarin," ujar seorang warga yang tinggal di dekat coofee shop itu.
Seorang temannya yang bekerja di coofee shop yang meminta namanya dirahasiakan mengungkapkan sosok SH.
SH ternyata dikenal sebagai seorang dengan kepribadian yang baik.
"Orangnya baik dan peduli dengan teman-teman," ujar sahabatnya.
Perubahan sikap SH terjadi sejak sebulan terakhir. Biasanya dikenal baik dan rajin lalu berubah menjadi pribadi yang berani sejak kecanduan judi online.
SH pernah menang hingga puluhan juta, sejak itulah SH yang tinggal hanya lebih kurang satu kilometer dari tempatnya bekerja itu, mulai kecanduan judi online.
"Teman-teman sudah sering mengingatkan, ternyata kecanduan karena sempat menang banyak itu,"ujarnya.
Sebelum menggadaikan sepeda motor miliknya, SH juga sudah sempat berhutang dengan teman-temannya yang lain karena untuk modal main judi itu.
Tidak hanya itu, selain sikap yang berubah, SH mulai kurang bergaul dengan lingkungannya apalagi selalu sibuk dengan aktivitasnya main judi online itu, biasanya dinihari dan tidak pernah tidur.
(tribunpekanbaru.com / Nasuha Nasution)