Setelah Kendala Teknis Teratasi, Pembukaan Tabat STI Kurau Utara Tanahlaut Langsung Digenjot
January 27, 2026 09:52 AM

BANJARMASINPOST.CO.ID, PELAIHARI – Upaya percepatan penurunan genangan banjir di wilayah Kecamatan Bumi Makmur dan Kurau, Kabupaten Tanahlaut (Tala), Kalimantan Selatan (Kalsel), memasuki tahap krusial. 

Pembukaan tabat di kawasan STI, Desa Kurau Utara, Kecamatan Bumimakmur, tersebut akhirnya mulai dilaksanakan sejak Senin siang kemarin.

Penuturan warga, Selasa (27/1/2026), kondisi di sekitar tabat telah cukup rimbun oleh semak belukar dan pepohonan.

Camat Bumi Makmur, Imam EW, mengatakan pekerjaan pembongkaran tabat tersebut baru dapat dimulai setelah perbaikan terhadap kerusakan kecil pada ekskavator amfibi selesai ditangani di lokasi.

“Pembukaan tabat STI dimulai sekitar pukul 14.00 Wita. Sempat ada kendala kecil pada ekskavator amfibi, tapi sudah selesai diperbaiki,” ujar Imam saat dikonfirmasi.

Baca juga: Calon PMI Ilegal Diimingi Gaji 1.500 Riyal, BP3MI Kalsel Ciduk Terduga Calo dari Tabanio Tanahlaut

Baca juga: Kades Tabanio Tanahlaut Mengaku Kaget, Tak Tahu Aktivitas Warganya Jadi Terduga Calo PMI Ilegal

Dalam proses pembongkaran tabat, dua unit alat berat dikerahkan, yakni ekskavator amfibi dan ekskavator long arm. Kedua alat tersebut difungsikan untuk membuka aliran sungai yang selama ini tertahan oleh tabat.

Imam menjelaskan, kondisi di sekitar tabat sudah cukup lama tidak dialiri air secara maksimal, sehingga kawasan tersebut kini ditumbuhi semak dan pepohonan cukup rimbun. Akibatnya, penampakan sungai di sekitar tabat tidak terlihat jelas.

“Di sekitar tabat sudah banyak semak dan pepohonan. Sungainya tertutup, tidak begitu kelihatan lagi,” ungkapnya.

Meski demikian, Imam memastikan sungai di kawasan tersebut memiliki lebar sekitar 20 meter dan menjadi jalur penting aliran air dari wilayah hulu menuju hilir.

Sebagai informasi, tabat STI sebelumnya dibangun oleh Pemerintah Kabupaten Tanah Laut sebagai bagian dari upaya pengendalian air payau. Saat musim kemarau, tabat berfungsi menahan masuknya air asin dari laut agar tidak merusak persawahan warga di wilayah Kurau dan sekitarnya, sehingga risiko gagal panen dapat ditekan.

Namun dalam kondisi banjir berkepanjangan seperti yang terjadi saat ini, keberadaan tabat justru menjadi penghambat aliran air. Air dari wilayah hulu tertahan dan menyebabkan genangan di sejumlah kawasan permukiman dan lahan warga.

Baca juga: Keributan di Parkiran Alfamart Jalan Keramat Banjarmasin, Pria Bersenjata Parang Dikeroyok

Baca juga: Pembudidaya Ikan Batola Kalsel Rugi Rp 2,7 Miliar, DKPP Sebut Air Sungai Barito Tercemar

Karena itu, tabat tersebut dibuka sementara untuk memperlancar aliran air banjir ke hilir dan mempercepat surutnya genangan, terutama di Kecamatan Bumi Makmur, Kurau, dan juga berdampak ke wilayah atas seperti Batibati.

Pembukaan tabat tersebut diharapkan dapat menjadi solusi signifikan dalam penanganan banjir jangka pendek, sembari pemerintah daerah menyiapkan langkah lanjutan agar fungsi pengendalian air dan perlindungan lahan pertanian tetap terjaga setelah kondisi kembali normal.

(banjarmasinpost.co.id/banyu langit roynalendra nareswara) 

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.