Gubernur Anwar Hafid Pastikan 15 WNA Filipina yang Terdampar Dapat Penanganan Layak
Lisna Ali January 27, 2026 10:07 AM

TRIBUNPALU.COM - Pemerintah Provinsi Sulawesi Tengah bergerak cepat menangani 15 warga negara asing (WNA) asal Filipina yang terdampar di Kabupaten Buol akibat kecelakaan perahu.

Penanganan ini dilakukan atas instruksi langsung Gubernur Sulawesi Tengah, Anwar Hafid, guna memastikan para korban mendapatkan perawatan layak sebelum dipulangkan ke negara asal.

Kepala Dinas Sosial Provinsi Sulawesi Tengah, Rifki Anata Mustaqim, mengatakan bahwa para WNA yang terdiri dari tujuh dewasa dan delapan anak-anak tersebut telah dievakuasi ke Kota Palu.

Saat ini, mereka berada di selter Imigrasi Kelas I TPI Palu untuk menjalani prosedur administrasi lanjutan.

"Sesuai arahan Gubernur, kami memastikan penanganan berjalan cepat dengan mengedepankan prinsip kemanusiaan. Dinas Sosial berfokus pada pemenuhan kebutuhan dasar para korban selama masa transisi ini," ujar Rifki, Senin (26/1/2026).

Sebagai bentuk dukungan, Pemprov Sulteng melalui Dinas Sosial telah menyerahkan bantuan logistik berupa sembako, makanan bayi, popok, pakaian, hingga perlengkapan mandi.

Baca juga: Anwar Hafid Targetkan Kantor Pemerintah Sulteng Bebas Energi Fosil Tahun Ini

Hal ini dilakukan untuk menjamin kesehatan dan kenyamanan para korban, terutama anak-anak yang ikut dalam rombongan tersebut.

Kepala Kantor Imigrasi Kelas I TPI Palu, Mohammad Akmal, mengapresiasi sinergi cepat dari jajaran pemerintah daerah.

Menurutnya, koordinasi lintas sektor ini sangat membantu kelancaran penanganan WNA di lapangan.

“Kami mengucapkan terima kasih kepada Pemerintah Provinsi Sulawesi Tengah atas bantuannya. Semoga ini bermanfaat bagi para korban sampai mereka dipulangkan ke negara asal,” jelas Mohammad Akmal.

Setelah seluruh proses verifikasi identitas dan koordinasi lintas instansi selesai, para WNA tersebut dijadwalkan menjalani proses deportasi menuju Filipina.

Baca juga: Rektor Untad Apresiasi Dampak Program Berani Cerdas: Solusi Tingkatkan Kualitas SDM Daerah

Kronologi 15 WNA Terdampar di Buol

Seorang WNA Filipina bernama Banjir menceritakan kronologi peristiwa yang dialami.

Awalnya, rombongan berangkat dari Malaysia menuju Filipina menggunakan kapal kecil. 

Kapal itu membawa total 17 orang, terdiri dari 3 laki-laki dewasa, 6 perempuan, 7 anak-anak, dan 1 balita berusia 6 bulan.

Banjir menjelaskan kronologi kejadian 13 hari berjuang saat terombang-ambing di laut.

Di tengah perjalanan, kapal mereka mengalami kebocoran parah, sehingga dua orang laki-laki, termasuk anak Banjir, harus berenang ke daratan Malaysia untuk meminta bantuan.

Sementara yang lain terombang-ambing di laut selama sekitar 13 hari.

Baca juga: Disangka Rakit di Laut Lepas, Aksi Heroik Nelayan Buol Selamatkan 15 WNA Filipina

Banjir mengungkapkan, kondisi di laut sangat berat. “Kalau sudah kehausan, kami hanya meminum air laut.

Selama 13 hari itu saya tidak makan sama sekali, demi anak-anak bisa makan. Kadang biskuit satu dipotong dua untuk mereka,” ujarnya.

Ia menambahkan, tekad bertahan hidup muncul karena ia harus menjaga anak-anak yang ikut bersamanya.

Banjir menjelaskan bahwa mereka sebelumnya sering menggunakan jalur laut Malaysia–Filipina, namun baru kali ini mengalami musibah. 

Tujuan perjalanan adalah menghadiri pesta keluarga di Filipina.

Dalam kondisi normal, perjalanan tersebut memakan waktu sekitar lima jam.

Banjir sendiri berprofesi sebagai nelayan di Malaysia.

Cuaca ekstrem dan angin kencang memperparah keadaan, menjadikan pengalaman tersebut sangat menakutkan bagi seluruh penumpang.(*)

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.