Lantik 201 Kepala SMA, Sekda Aceh: Kepala Sekolah Adalah Pemimpin Pembelajaran
January 27, 2026 10:46 AM

 

PROHABA.CO -  Pemerintah Aceh melaksanakan pengambilan sumpah dan pelantikan 201 Kepala SMA, SMK, dan SLB yang berada di bawah naungan Dinas Pendidikan Aceh. 

Pelantikan dilakukan oleh Sekretaris Daerah (Sekda) Aceh, Muhammad Nasir, SIP, MPA, atas nama Gubernur Aceh Muzakir Manaf, melantik 201 kepala SMA, SMK, dan SLB yang berasal dari 23 kabupaten/kota di Aceh.

Pelantikan massal tersebut berlangsung di Anjong Mon Mata, Kompleks Meuligoe Aceh, Banda Aceh, Senin (26/1/2026), sejak siang hingga petang.

Kegiatan ini turut disaksikan oleh Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinas Pendidikan Aceh, Murthalamuddin, SPd, MSP, Kepala Badan Kepegawaian Aceh Abdul Qahar, sejumlah anggota DPRA, serta beberapa pejabat eselon III di lingkungan Dinas Pendidikan Aceh.

Dalam sambutannya, Sekda Aceh menyampaikan bahwa pelantikan ini merupakan bagian dari langkah penataan manajemen pendidikan menengah di Aceh, dengan fokus memperkuat kepemimpinan di tingkat sekolah.

Ia menjelaskan, kebijakan tersebut bertujuan untuk memastikan program revitalisasi sekolah dapat berjalan optimal tanpa terganggu oleh pergantian pimpinan sekolah pada tahap awal pelaksanaan.

Baca juga: Sekda Aceh dan Rombongan Terjebak Longsor di Gayo Lues saat Antar Bantuan

Sekda menambahkan, kepala sekolah dari satuan pendidikan yang menerima program revitalisasi tahun 2025 belum dilibatkan dalam pelantikan gelombang pertama ini.

“Mereka dijadwalkan mengikuti rotasi dan pelantikan tahap kedua setelah evaluasi awal program dilakukan,” ujar Muhammad Nasir.

Pelantikan tahap pertama ini mencakup mayoritas kepala SMA, SMK, dan SLB negeri di Aceh yang sekolahnya tidak termasuk dalam program revitalisasi.

Langkah ini dinilai strategis untuk melakukan penyegaran kepemimpinan sekaligus memperkuat tata kelola pendidikan menengah.

“Program revitalisasi sekolah merupakan bagian dari agenda nasional dan daerah yang meliputi pembenahan sarana dan prasarana, penguatan manajemen sekolah, serta peningkatan kualitas proses pembelajaran, khususnya di SMK,” jelas Sekda.

Ia menegaskan bahwa kepala sekolah pada satuan pendidikan penerima revitalisasi perlu fokus penuh dalam mendampingi pelaksanaan program tersebut.

Baca juga: Wakil Bupati Muchsin Hasan Sidak ke RSUD Datu Beru, Ini Pengharapannya kepada Tenaga Medis

Pemimpin Pembelajaran

Sekda Aceh juga mengingatkan bahwa jabatan kepala sekolah merupakan amanah besar.

“Bapak dan Ibu adalah pemimpin pembelajaran sekaligus teladan bagi seluruh warga sekolah dalam membangun budaya belajar yang sehat, disiplin, inklusif, dan berorientasi pada masa depan,” katanya.

Selain itu, Sekda menyampaikan apresiasi atas dedikasi para kepala sekolah yang selama ini berkontribusi terhadap peningkatan mutu pendidikan Aceh, termasuk capaian prestasi di tingkat nasional serta keberhasilan mendukung program beasiswa bagi 93.579 anak yatim di 23 kabupaten/kota.

“Prestasi pendidikan Aceh di tingkat nasional tidak terlepas dari kerja keras para kepala sekolah.

Terima kasih atas dedikasi dan komitmen yang telah ditunjukkan,” ujarnya.

Namun demikian, Pemerintah Aceh masih menyoroti tantangan serius, khususnya terkait anak usia 16–18 tahun yang belum mengenyam pendidikan formal.

Untuk itu, para kepala sekolah diminta aktif melakukan identifikasi dan pendekatan di wilayah masing-masing.

“Jika tidak ditangani secara serius, kondisi ini akan berdampak pada pembangunan ekonomi Aceh di masa depan.

Kepala sekolah harus menjadi garda terdepan dalam memastikan anak-anak kita kembali bersekolah,” tegas Muhammad Nasir.

Baca juga: Kak Na Dampingi Ketua TP PKK Pusat Salurkan Bantuan Bencana ke Gampong Sah Raja Aceh Timur

Baca juga: Warga Aceh Kibarkan Bendera Putih, Gubernur Mualem: Bukan Kebijakan Pemerintah

Baca juga: Kejari Aceh Timur Akan Periksa Pihak Dinas Pendidikan Terkait Dugaan Korupsi Dana BOP di PKBM

 

 

 

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.