Co-Pilot Smart Air Mendarat Darurat di Nabire belum Teridentifikasi, 11 Penumpang Sudah Dievakuasi
January 27, 2026 05:27 PM

 

SRIPOKU.COM - Pesawat Smart Air mendarat darurat di Nabire, tepatnya di Pantai Karadiri pada Selasa (27/1/2026).

11 penumpang sudah berhasil teridentifikasi dan dievakuasi ke rumah sakit.

Akan tetapi, hingga kini, co-pilot yang bertugas kala itu masih belum diketahui identitasnya.

Mengutip Tribunnews.com, pesawat tersebut sudah lepas landas berangkat dari Bandara Douw Nabire. 

Baca juga: Pesawat Smart Air PK-SNS Jatuh di Pantai Nabire Barat, 13 Penumpang dan 2 Crew Dievakuasi

Beberapa saat kemudian pesawat berbelok kembali ke arah bandara untuk mendarat darurat di bibir pantai dekat bandara.

“Pesawat lepas landas dari Bandar Udara Nabire (NBX) menuju Kaimana (KNG). Sesaat setelah take off, pesawat mengalami gangguan pada engine,” kata Kepala SAR Kaimana, Silas Wopari, dalam keterangan tertulis, Selasa (27/1/2026), seperti dikutip dari TribunPapuabarat.com.

"Karena thrust power (daya dorong) semakin turun, pilot in command (PIC) memutuskan mendarat darurat di bibir pantai Bandara Nabire."

Informasi yang sama juga disampaikan oleh Kapolres Nabire AKBP Samuel D Tatiratu.

"Info awal bahwa pesawat sudah sempat take-off dari Bandara Nabire namun beberapa menit kemudian pesawat berbelok kembali ke arah bandara untuk mendarat darurat namun kemudian jatuh ke laut," ujarnya seperti dikutip dari Kompas.com.

Komandan Pos (Danpos) Basarnas Nabire, Tri Joko Lalang Buana menyebut bahwa insiden ini bukan dikategorikan sebagai kecelakaan jatuh.

Menurutnya, insiden tersebut merupakan kegagalan pendaratan yang menyebabkan pesawat keluar landasan.

“Sebenarnya itu tidak disebut jatuh, crash landing. Jadi, dia keluar dari landasan saja,” ucapnya, seperti dikutip dari TribunPapuaTengah.com.

Baca juga: Momen Menteri Sakti Pingsan di Upacara Pelepasan Korban Pesawat ATR 42-500, Baru Pulang dari Eropa

Tri juga menyebut bahwa faktor angin kencang ikut menjadi penyebab insiden tersebut.

Identitas Penumpang, Co-Pilot belum Teridentifikasi

Seluruh penumpang dan kru dilaporkan selamat.

Seluruh korban dibawa ke RSUD Nabire untuk mendapatkan penanganan medis.

Sejumlah personel kepolisian bersama tim Basarnas masih bersiaga di area jatuhnya pesawat untuk mengamankan lokasi sembari membantu evakuasi barang-barang milik penumpang yang masih tertinggal di dalam kabin.

Adapun nama penumpang tersebut adalah:

- Yosua Maniba, 

- Yustus Iyai, 

- Yunus Bastira, 

- Baharudin Rada, 

- Muh Rada, 

- Baradina Awujani, 

- Nonce Bary, 

- Muh Ridho, 

- Iwan, 

- Maria Komboy, dan 

- Juprianto. 

Selain itu, dua kru pesawat juga dilaporkan dalam kondisi baik:

- pilot: Julinus, dan 

- Co-Pilot: (Dalam proses pendataan/identifikasi lebih lanjut). 

Pesawat dengan nomor seri 208B-2341 itu sedianya melayani rute Nabire–Kaimana. 

Namun, saat proses lepas landas dari Bandar Udara Douw Aturure Nabire, pesawat mengalami gangguan mesin di udara sehingga pilot memutuskan melakukan pendaratan darurat di bibir Pantai Karadiri, Selasa (27/1/2026).

Tim gabungan TNI, Polri, dan Basarnas bergerak cepat melakukan evakuasi di lokasi kejadian.

Seluruh penumpang dan kru kemudian dibawa ke RSUD Nabire di Jalan R.E. Martadinata, Distrik Nabire, untuk menjalani pemeriksaan medis.

Meski mengalami kerusakan, badan pesawat masih terlihat mengapung di perairan dangkal pantai.

Petugas keamanan hingga Selasa sore terus mengamankan lokasi kejadian sekaligus membantu mengevakuasi barang-barang penumpang yang tertinggal di dalam kabin.

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.