TRIBUNJAMBI.COM, BANGKO – Pemerintah Kabupaten Merangin menerima kunjungan kerja Direktorat Pemberdayaan Komunitas Adat Terpencil (PKAT) Kementerian Sosial RI pada Senin (26/1/2026) di Rumah Dinas Bupati Merangin.
Kunjungi sebagai tindak lanjut koordinasi program pemberdayaan masyarakat adat dan penguatan layanan pendidikan berbasis komunitas.
Kunjungan tersebut dipimpin langsung oleh Direktur PKAT Kemensos RI, I Ketut Supena, dan diterima oleh Bupati Merangin H M Syukur.
Agenda ini merupakan kelanjutan dari hasil pertemuan Bupati Merangin dengan Menteri Sosial RI Syaifullah Yusuf di Jakarta pada Kamis (22/1/2026).
Dalam kunjungan kerja tersebut, Kemensos RI bersama Pemerintah Kabupaten Merangin menyepakati rencana peninjauan dua lokasi strategis pada Selasa (27/1/2026). Lokasi pertama adalah Desa Tanjung Lamin, Kecamatan Pamenang Barat, yang direncanakan menjadi lokasi Sekolah Rakyat, sebagai upaya memperluas akses pendidikan bagi komunitas adat dan masyarakat sekitar.
Lokasi kedua adalah Objek Wisata Dam Betuk di Desa Tambang Baru, Kecamatan Tabir Lintas, yang diproyeksikan sebagai kawasan budidaya ikan sistem keramba. Program ini diarahkan untuk mendorong penguatan ekonomi kerakyatan melalui sektor perikanan yang ramah lingkungan dan berkelanjutan.
Bupati Merangin H M Syukur memimpin langsung Rapat Koordinasi (Rakor) persiapan kunjungan lapangan tersebut bersama jajaran Kemensos RI dan perangkat daerah terkait. Rakor dihadiri unsur Forkopimda, Organisasi Perangkat Daerah (OPD), serta perwakilan instansi teknis, di antaranya Kepala Dinas Perikanan Merangin Dedy Darmantias, perwakilan Polres Merangin, Sekretaris Dinas Sosial Mas’ud, Kabag SDA Setda Merangin Haidir, dan Kabag Prokopim Setda Merangin Ny Antin.
Fokus utama pembahasan dalam rakor tersebut adalah kesiapan teknis lapangan, termasuk sarana dan prasarana, dukungan lintas sektor, serta mekanisme pendampingan bagi komunitas adat agar program yang direncanakan dapat berjalan efektif dan berkelanjutan.
“Kami ingin memastikan seluruh persiapan di lapangan sudah matang, sehingga kunjungan Direktur PKAT besok tidak hanya bersifat seremonial, tetapi benar-benar memberikan dampak nyata bagi pemberdayaan komunitas adat di Merangin,” ujar H M Syukur.
Melalui sinergi antara pemerintah pusat dan daerah ini, Pemkab Merangin berharap program Sekolah Rakyat dan pengembangan ekonomi di Dam Betuk dapat menjadi model pemberdayaan yang terintegrasi, menggabungkan aspek pendidikan, sosial, dan ekonomi bagi masyarakat adat di Kabupaten Merangin.
Baca juga: Bupati Merangin Usulkan 15 Tumenggung SAD Kelola Budidaya Ikan di Dam Betuk