Buntut Retakan Teras Kamojang Ibun Bandung, Bupati Minta Warga Dievakuasi: Segera Bangun TPT
January 27, 2026 08:30 PM

Laporan Wartawan Tribunjabar.id, Adi Ramadhan Pratama

TRIBUNJABAR.ID, BANDUNG - Buntut munculnya retakan di Kamojang Hill Bridge atau Teras Kamojang, Desa Ibun, Kecamatan Ibun, Kabupaten Bandung, Bupati Bandung, Dadang Supriatna, meminta agar sejumlah rumah dan warung di sekitaran tersebut di evakuasi.

Sejumlah rumah dan warung di sekitaran lokasi retakan tersebut berpotensi besar terkena dampak longsor, jika bencana itu terjadi. 

Dadang mengatakan bahwa informasi terkait retakan tersebut pertama kali dirinya terima dari Camat Ibun pada Senin (26/1/2026).

"Kemarin saya dapat kabar dari Camat Ibun bahwa di daerah Kamojang sudah mulai ada retakan. Setelah di asisment tadi, memang kurang lebih sekitar 30 meter," ujarnya kepada awak media saat ditemui Soreang pada Selasa (27/1/2026).

Dadang mengungkapakan, pihaknya akan segera menindaklanjutinya temuan ini.

Menurutnya, bentangan retakan tersebut terbilang cukup panjang, sehingga penanganan haru dilakukan secara segera.

Baca juga: Tanah di Teras Kamojang Bandung Retak, Polisi Pastikan Jembatan Kuning Ibun dan Jalan Tetap Aman

Salah satunya membangun Tembok Penahan Tanah (TPT).

"Ini harus segera di TPT dan ada rumah beberapa rumah dan juga warung yang haus segera dievakuasi. Ini merupakan langkah-langkah yang harus segera dilakukan," katanya.

Selain penanganan di Ibun, Dadang juga menegaskan pentingnya penguatan mitigasi bencana di seluruh wilayah Kabupaten Bandung.

Setidaknya, ada 15 kecamatan di Kabupaten Bandung yang masuk kateori rawan bencana dan memerlukan perhatian khusus.

"Oleh karena itu, dalam rangka mitigasi bencana dari BPBD sudah melakukan asesmen termasuk pelatihan-pelatihan kepada warga sekitar, terutama di 15 kecamatan, seperti apabila terjadi bencana dan sebagainya," ucapnya.

Diketahui 15 kecamatan rawan bencana di Kabupaten Bandung tersebut, meliputi kecamatan Arjasari, Banjaran, Bojongsoang, Cangkuang, Cimaung, Ciwidey, Dayeuhkolot, Katapang, Kertasari, Margaasih, Margahayu, Pameungpeuk, Pangalengan, Pasirjambu, dan Soreang.

Di sisi lain, Dadang meminta masyarakat untuk aktif melporkan apabila menemukan lokasi yang dinilai rawan bencana. 

Baca juga: Statistik Apik Persib Sejauh ini, Paling Banyak Clean Sheet dan Minim Kebobolan di Super League

Dirinya juga menghimbau masyarakat mematuhi arahan pihak terkait demi meminimalisir risiko dan mencegah jatuhnya korban.

"Saya harap kerja sama tadi dengan rapat koordinasi dengan para camat. Para camat harus standby di tiap-tiap wilayah dan harus ke lapangan dan menyampaikan informasi yang utuh dan akurat sehingga nanti dari stakeholder terkait untuk bisa mengantisipasinya semenjak dini," ujarnya.

Kejadian tersebut pertama kali dilaporkan oleh warga pada Minggu (25/1/2026).

Setelah itu, aparat kecamatan dan kepolisian langsung melakukan langkah pencegahan dengan cara memasang garis polisi. (*)

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.