Laporan Wartawan Tribun Gayo Alga Mahate Ara | Aceh Tengah
TribunGayo.com, TAKENGON - Setelah sempat mengganggu ritme pelayanan kesehatan, aksi mogok kerja ratusan tenaga kesehatan (nakes) PPPK Paruh Waktu di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Datu Beru, Takengon, Kabupaten Aceh Tengah, akhirnya dihentikan.
Seluruh nakes kini kembali bertugas dan aktivitas pelayanan rumah sakit berangsur normal.
Pemulihan layanan tersebut mulai terlihat sejak Senin (26/1/2026) malam, menyusul tercapainya kesepakatan antara perwakilan tenaga kesehatan dan manajemen RSUD Datu Beru yang dimediasi Pemerintah Kabupaten Aceh Tengah setelah mogok kerja berlangsung selama tiga hari.
Humas RSUD Datu Beru, N Himawan SKM MH mengatakan berakhirnya aksi tersebut merupakan hasil kesepakatan antara perwakilan tenaga kesehatan dan manajemen rumah sakit yang difasilitasi oleh Pemerintah Kabupaten Aceh Tengah.
“Tenaga kesehatan yang sebelumnya melakukan mogok kerja sudah kembali beraktivitas sejak tadi malam, karena tuntutan mereka telah disepakati,” ujar Himawan Selasa (27/1/2026).
Ia menjelaskan, sejumlah tuntutan utama yang disampaikan para nakes meliputi pembagian jasa medis yang adil dan pembayaran uang jaga malam.
“Mereka menuntut keadilan pembagian jasa medis, pembayaran uang jaga malam,” jelasnya.
Terkait pembagian jasa medis Himawan menyebutkan pembayaran untuk bulan September 2025 akan segera direalisasikan.
Sementara untuk bulan Oktober 2025 dan seterusnya, kebijakan teknis pembayarannya akan dibahas dan disepakati lebih lanjut.
“Saat ini pemerintah daerah juga telah membentuk tim untuk menyelesaikan permasalahan ini, dengan melibatkan tenaga PPPK Paruh Waktu juga.
Tinggal menunggu SK dari Bupati, nanti tim ini akan bergerak,” katanya.
Ia mengakui, mogok kerja tersebut sedikit banyak berdampak terhadap layanan rumah sakit.
Sejumlah ruang perawatan sempat dipusatkan agar pelayanan tetap dapat ter-cover secara menyeluruh.
“Ini memang sudah diantisipasi sejak awal karena sebelumnya juga pernah terjadi seperti ini,” ujarnya.
Terkait jumlah pasti nakes yang ikut mogok, ia menyebutkan tidak dapat merinci secara detail karena para tenaga kesehatan memiliki jadwal kerja masing-masing.
“Mereka ada jadwal tersendiri, jadi ketidakhadiran itulah yang disebut sebagai mogok kerja,” pungkasnya.
Sebelumnya, ratusan tenaga kesehatan RSUD Datu Beru melakukan aksi mogok kerja selama tiga hari.
Aksi tersebut berdampak pada terganggunya pelayanan kesehatan, khususnya bagi pasien yang membutuhkan penanganan medis.
Selain itu, sejumlah ruang perawatan di rumah sakit milik pemerintah daerah tersebut terpaksa tidak difungsikan akibat keterbatasan tenaga medis.
Dengan berakhirnya aksi mogok kerja, manajemen RSUD Datu Beru memastikan seluruh layanan kesehatan kepada masyarakat telah kembali berjalan normal. (*)
Baca juga: Ketua MPU Aceh Sambangi Ulama Gayo untuk Bentengi Akidah Umat Pascabencana
Baca juga: Sidak di RSUD Datu Beru, Wakil Bupati Muchsin Hasan Tegur Nakes yang Nongkrong di Warung Kopi
Baca juga: BREAKING NEWS: Gaji Turun Usai jadi PPPK Paruh Waktu, Ratusan Pegawai RSUD Datu Beru Gelar Protes