TRIBUN-BALI.COM - Taman Budaya Candra Bhuana mulai dibenahi, agar berfungsi sebagai ruang publik yang aman, nyaman, dan representatif bagi aktivitas seni, olahraga, hingga rekreasi warga di Karangasem.
Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Karangasem mulai melakukan sejumlah langkah pembenahan, mulai dari peningkatan sistem keamanan hingga perbaikan fasilitas yang sempat terbengkalai.
Penataan dimulai dari pemasangan 4 CCTV baru di kawasan taman budaya, termasuk rencana pembangunan Bale Pesandekan.
Kepala Disbudpar Karangasem, I Putu Eddy Surya Artha, mengatakan pemasangan CCTV menjadi bagian dari penguatan pengawasan, seiring meningkatnya kunjungan masyarakat ke Taman Budaya Candra Bhuana, khususnya pada pagi dan sore hari.
Baca juga: PEMUDA Nyaris Ulah Pati di Jembatan Sangket-Sambangan, Warga Gagalkan Aksinya Saat Coba Akhiri Hidup
Baca juga: FUNGSI Suara Belum Maksimal, BPBD Karangasem Evaluasi Sirine Gunung Agung di Besakih!
Sebanyak empat unit CCTV dipasang, masing-masing tiga unit di area parkir dan satu unit mengarah ke panggung utama. Langkah ini diharapkan mampu meminimalkan potensi gangguan keamanan sekaligus memberikan rasa aman bagi masyarakat yang memanfaatkan kawasan tersebut.
“Sekarang taman budaya ini sudah menjadi aset daerah, sehingga tanggung jawab pengelolaannya juga semakin besar. Keamanan dan kenyamanan pengunjung menjadi prioritas kami juga," ujarnya, Senin (26/1)
Tak hanya soal keamanan, Disbudpar juga merencanakan pembangunan kembali bale pesandekan yang sebelumnya roboh akibat cuaca ekstrem. Untuk pembangunan fasilitas tersebut, pemerintah daerah telah menyiapkan anggaran sekitar Rp300 juta.
Selain itu, perbaikan arena bermain anak dan penataan penyengker di sisi barat serta utara kawasan taman turut masuk dalam rencana pembenahan tahun ini.
Menurut Eddy, penataan ini juga memastikan seluruh fasilitas bisa dimanfaatkan secara berkelanjutan oleh masyarakat. Aktivitas warga yang rutin menggunakan taman budaya, seperti jogging dan kegiatan komunitas, menjadi alasan utama perlunya penataan yang lebih serius.
“Kalau fasilitasnya terawat dan aman, masyarakat juga akan merasa memiliki. Itu yang kami harapkan, taman budaya ini hidup dan dijaga bersama,” tegasnya. (mit)