TRIBUNBANTEN.COM, LEBAK - Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Yayasan Amanah Permas Agung di Kecamatan Cigemblong, Kabupaten Lebak, Banten, diadukan ke Badan Gizi Nasional (BGN) pusat menyusul viralnya menu telur mentah dalam Program Makan Bergizi Gratis (MBG) di SMAN 1 Cigemblong.
Video pembagian makanan yang beredar luas di media sosial sejak Jumat (23/1/2026) memperlihatkan paket MBG berisi telur dan jagung dalam kondisi mentah sehingga dinilai tidak layak konsumsi.
Ketua Satuan Tugas BGN Kabupaten Lebak, Amir Hamzah, mengatakan pihaknya telah memanggil pengelola SPPG Cigemblong untuk dimintai klarifikasi atas kejadian tersebut.
Baca juga: Cara Unik SPPG di Lebak, Salurkan MBG Pakai Kostum Superhero
“Nanti kita lihat hasilnya. Kalau ada yang bermasalah, tentu kita laporkan ke pusat. Kewenangan penindakan memang ada di BGN,” kata Amir saat dihubungi melalui sambungan telepon, Selasa (27/1/2026).
Amir yang juga menjabat Wakil Bupati Lebak menegaskan, Satgas BGN di daerah hanya memiliki kewenangan melakukan pemantauan dan pelaporan.
Sementara itu, kewenangan penindakan berada di tangan BGN pusat.
“Satgas tugasnya melaporkan. Tim sudah kami turunkan ke lapangan, dan hasilnya akan kami sampaikan ke BGN,” katanya.
Dinas Pendidikan Prihatin
Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Lebak, Doddy Irawan, mengaku prihatin atas kejadian tersebut.
Menurutnya, pelaksanaan Program MBG berkaitan langsung dengan kesehatan dan keselamatan peserta didik.
“Persoalan ini harus segera diselesaikan dan tidak boleh terulang, karena menyangkut kesehatan anak-anak,” ujar Doddy.
Meski demikian, Doddy menegaskan bahwa Dinas Pendidikan Kabupaten Lebak tidak memiliki kewenangan teknis dalam pelaksanaan maupun pengawasan Program MBG karena merupakan program pemerintah pusat.
“Namun, kami siap mendukung koordinasi lintas sektor agar pelaksanaan MBG ke depan berjalan sesuai standar dan tujuan yang telah ditetapkan,” katanya.
Bukan Kejadian Pertama
Viralnya menu telur mentah dalam Program Makan Bergizi Gratis (MBG) di SMAN 1 Cigemblong pertama kali mencuat setelah beredar video pembagian makanan pada Jumat (23/1/2026). Pihak sekolah membenarkan kejadian tersebut.
Wakil Kepala Sekolah SMAN 1 Cigemblong, Pepi Habibi, menyebut sekitar 100 porsi dari total 227 paket MBG bermasalah.
Ia juga mengungkapkan bahwa temuan makanan tidak layak konsumsi bukan kali pertama terjadi sejak pelaksanaan MBG di sekolah tersebut pada Januari 2026.
Sebelumnya, ditemukan sayuran berbelatung hingga buah yang sudah berlendir.
Sementara itu, pihak SPPG Yayasan Amanah Permas Agung telah mengakui insiden telur mentah terjadi akibat kelalaian dalam proses pengambilan dan pengemasan makanan.