Polisi Dalami Motif di Balik Insiden Pengeroyokan Warga Serang hingga Meninggal
January 27, 2026 10:07 PM

Laporan Wartawan TribunBanten.com, Muhammad Uqel

TRIBUNBANTEN.COM, SERANG - Aparat kepolisian masih mendalami motif di balik insiden pengeroyokan yang menewaskan Munir, warga Desa Kebon, Kecamatan Tirtayasa, Kabupaten Serang. 

Peristiwa tersebut terjadi di wilayah Kasemen, Kota Serang, beberapa waktu lalu.

Kasatreskrim Polres Serang, AKP Andi Kurniady, mengungkapkan bahwa sebelum insiden itu terjadi, korban diduga sempat terlibat konflik dengan salah satu pihak yang kini menjadi pelaku.

“Benar, salah satu dari lima pelaku yang sudah diamankan sebelumnya pernah melaporkan korban ke polisi atas dugaan kasus pembacokan,” ujar Andi, Selasa (27/1/2026).

Baca juga: Tiga Desa di Serang Banten Terendam Banjir, Ketinggian Air Capai 2,5 Meter

Dikatakan Andi, laporan tersebut dibuat pada Rabu dini hari (21/1/2025) pekan lalu, dan saat ini telah masuk tahap penyidikan.

"Benar, laporannya sudah masuk dan sedang ditangani dengan sangkaan Pasal 466 KUHP," ujarnya.

Hal senada disampaikan Kasat Reskrim Polresta Serang Kota, Kompol Alfano Ramadhan.

Ia mengatakan, salah satu pelaku pengeroyokan merupakan korban pembacokan yang dilakukan Munir akibat konflik keluarga.

“Pelaku pengeroyokan adalah orang yang sebelumnya dibacok oleh korban yang kini meninggal,” ujar Alfano.

Menurutnya, meskipun pelapor yang kini menjadi pelaku pengeroyokan sempat melaporkan Munir ke Polres Serang, proses hukum tetap berjalan sebagaimana mestinya.

Namun demikian, perkara terhadap terlapor yang terdaftar di Polres Serang dapat dihentikan apabila yang bersangkutan meninggal dunia.

“Biasanya, jika terlapor meninggal, perkara tersebut dihentikan,” tuturnya.

Ia mengungkapkan, berdasarkan keterangan awal penyidik, peristiwa bermula dari perselisihan keluarga antara Munir dan para pelaku yang masih memiliki hubungan kekerabatan.

Perselisihan itu dipicu teguran terkait urusan keluarga yang berujung pada pembacokan terhadap salah satu pelaku berinisial J oleh Munir.

“Setelah kejadian pembacokan itu, J sempat mencari keberadaan Munir dan melaporkan informasinya kepada polisi. Namun, yang bersangkutan kemudian main hakim sendiri,” ungkapnya.

Sebelum dinyatakan tewas, Munir sempat diamankan oleh para pelaku dengan rencana diserahkan ke kantor polisi.

Karena situasi di lokasi penangkapan ramai, korban kemudian dibawa ke balai desa.

Selanjutnya, Munir dibawa ke puskesmas dan dirujuk ke RS Bhayangkara. Karena keterbatasan fasilitas medis, korban kembali dirujuk ke Rumah Sakit Drajat Prawiranegara (RSDP).

“Korban harus menjalani CT scan, namun ia meninggal dunia di RSDP,” pungkasnya.

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.