TRIBUNGORONTALO.COM -- Harga emas dunia menguat pada perdagangan Selasa sore waktu setempat, melanjutkan tren kenaikan tajam setelah sehari sebelumnya mencetak rekor tertinggi sepanjang sejarah.
Lonjakan harga ini dipicu oleh meningkatnya ketidakpastian ekonomi global dan tensi geopolitik yang mendorong investor memburu aset lindung nilai.
Harga emas spot tercatat naik 1,3 persen menjadi sekitar Rp2,73 juta per gram, setelah sebelumnya sempat menyentuh rekor intraday di kisaran Rp2,74 juta per gram.
Pada sesi sebelumnya, harga emas ditutup di level sekitar Rp2,69 juta per gram.
Sepanjang tahun ini, harga emas telah melonjak sekitar 18 persen, melanjutkan reli besar pada tahun lalu.
Kenaikan tersebut ditopang oleh kombinasi ketegangan geopolitik, perlambatan ekonomi global, ekspektasi pemangkasan suku bunga Amerika Serikat, serta meningkatnya pembelian emas oleh bank sentral di tengah tren dedolarisasi global.
Strategi komoditas Bank of America, Michael Widmer, menyebut reli emas belum menunjukkan tanda-tanda melemah.
Baca juga: Sempat Tertutup Longsor, Akses Jalan Trans Sulawesi di Desa Olele Gorontalo Kini Lancar
Menurutnya, kenaikan harga emas biasanya berakhir ketika faktor pendorongnya mereda, namun kondisi tersebut belum terlihat saat ini.
Sentimen pasar kian tertekan setelah Presiden AS Donald Trump mengumumkan rencana kenaikan tarif impor terhadap Korea Selatan.
Di saat yang sama, risiko penutupan sebagian pemerintahan Amerika Serikat menjelang tenggat pendanaan pada 30 Januari turut menambah kekhawatiran investor.
Perhatian pelaku pasar kini tertuju pada pertemuan kebijakan Federal Reserve yang dimulai hari ini.
Bank sentral AS diperkirakan akan mempertahankan suku bunga acuannya, namun pernyataan Ketua The Fed Jerome Powell akan dicermati ketat di tengah kekhawatiran terhadap independensi bank sentral tersebut.
Sejumlah lembaga keuangan global semakin optimistis terhadap prospek emas.
Deutsche Bank dan Societe Generale memproyeksikan harga emas berpotensi menembus Rp3,2 juta per gram pada 2026, seiring berlanjutnya ketegangan global dan kuatnya permintaan dari bank sentral serta investor ritel.
Sementara itu, harga perak juga melonjak tajam dan kini berada di kisaran Rp58.700 per gram, setelah mencetak rekor tertinggi pada perdagangan sebelumnya.
Namun analis mengingatkan volatilitas perak masih tinggi dan rawan koreksi tajam, meski fundamental jangka panjang tetap dinilai kuat.
(*)