16 Penambang Timah di Pantai Tanjung Bunga Positif Narkoba, Pondok Tempat Transaksi Dibongkar Polisi
January 28, 2026 06:03 PM

BANGKAPOS.COM, BANGKA -- Belasan penambang timah di kawasan pesisir Pantai Tanjung Bunga, Kota Pangkalpinang, Provinsi Bangka Belitung (Babel) terjaring operasi gabungan aparat penegak hukum, Rabu (28/1/2026) pagi.

Saat dilakukan tes urine, ternyata belasan penambang timah tersebut dinyatakan positif mengandung narkoba.

Operasi kali ini dipimpin Direktorat Reserse Narkoba (Dir Resnarkoba) Polda Babel dengan melibatkan Badan Narkotika Nasional (BNN) Kota Pangkalpinang.

Kemudian, anggota Polresta Pangkalpinang, Subden Pom AD, serta Satuan Polisi Pamong Praja. Kegiatan ini merupakan bagian dari upaya penertiban dan pencegahan penyalahgunaan narkotika di wilayah rawan.

"Dari hasil pemeriksaan urine yang kami lakukan, seluruh pekerja tambang yang diperiksa dinyatakan positif narkotika. Total ada 16 orang yang kami amankan, satu di antaranya perempuan, dan seluruhnya langsung kami bawa untuk proses lebih lanjut," kata Direktur Resnarkoba Polda Babel, Kombes Pol Ronald Fredy C Sipayung.

Bahkan kata perwira berpangkat melati tiga ini, operasi terpadu ini dilaksanakan di pesisir Pantai Tanjung Bunga, Kelurahan Sinar Bulan, Kecamatan Bukit Intan, Kota Pangkalpinang.

Terutama, yang selama ini dikenal sebagai salah satu titik aktivitas tambang inkonvensional dengan tingkat kerawanan tinggi terhadap peredaran dan penyalahgunaan narkotika.

"Kegiatan terpadu seperti ini akan terus kami lakukan secara berkala, khususnya di wilayah-wilayah rawan, sebagai bentuk komitmen kami dalam memberantas penyalahgunaan narkotika dan menjaga keamanan serta kesehatan masyarakat," bebernya.

Selain itu, tim juga melakukan pengecekan urine dan melakukan pembongkaran sejumlah pondok sementara di sekitar area tambang.

Pondok-pondok tersebut diduga kerap digunakan sebagai tempat transaksi dan penyalahgunaan narkotika.

"Pembongkaran dilakukan di beberapa titik di sekitar Jalan Tanjung Bunga Dua, sebagai upaya mensterilkan kawasan dari aktivitas melanggar hukum. Menurut Direktur Reserse Narkoba, langkah ini merupakan bagian dari strategi pencegahan berkelanjutan," tegasnya.

Sementara, seluruh pekerja tambang yang dinyatakan positif narkotika telah diamankan dan tengah menjalani proses serta penanganan lebih lanjut oleh petugas berwenang sesuai ketentuan yang berlaku.

Penindakan dilakukan setelah petugas melaksanakan pemeriksaan tes urine secara menyeluruh terhadap para pekerja tambang.

"Hasilnya, belasan pekerja dinyatakan positif narkotika dan langsung diamankan untuk penanganan lebih lanjut," tegasnya. (Bangkapos.com/Adi Saputra).

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.