Wisata Kayangan Api jadi Lokasi Bupati Bojonegoro Mutasi 201 Pejabatnya
January 28, 2026 09:32 PM

 


TRIBUNJATIM.COM, BOJONEGORO – Total 201 pejabat Pemkab Bojonegoro dimutasi dan dilantik di wisata Kayangan Api, Desa Sendangharjo, Kecamatan Ngasem, Kabupaten Bojonegoro.

Perombakan besar itu dilakukan dan dilantik oleh Bupati Bojonegoro Setyo Wahono, Kamis (28/1/2026) pagi.

Lokasi yang dipilih juga memiliki makna filosofis.

Para pejabat mengenakan seragam serba hitam bermotif batik Obor Sewu, mereka mengucapkan sumpah jabatan di bawah kitab suci sesuai agama masing-masing.

Baca juga: Arca dan Batu Situs Mejo Miring Blitar Masih Dikuasai Warga, Pengambilan Belum Tuntas

Dari total 201 pejabat yang dimutasi, sembilan di antaranya merupakan pejabat pimpinan tinggi pratama.

Selain itu, terdapat 73 pejabat administrator, 116 pejabat pengawas, serta satu pejabat fungsional yang terdiri dari auditor, bidan, dan fungsional rumah sakit.

Bupati Bojonegoro Setyo Wahono menegaskan, mutasi dan rotasi jabatan tersebut telah dilakukan sesuai ketentuan perundang-undangan dan melalui serangkaian uji kompetensi.

"Bukan berdasarkan suka ataupun tidak suka," ujar Wahono.

Perombakan posisi ini, menurutnya merupakan bagian dari upaya penyegaran organisasi untuk meningkatkan kinerja aparatur pemerintahan daerah.

“Mutasi jabatan bukan sekadar pergantian posisi, tetapi strategi untuk membangun pemerintahan yang lebih tanggap, cepat, dan responsif terhadap kebutuhan masyarakat serta tantangan pembangunan daerah,” ujar Wahono.

Sementara itu, disinggung pemilihan lokasi Kayangan Api sebagai tempat pelantikan, kata Wahono, memiliki makna simbolis.

Baginya, semangat dari situs api abadi tersebut dapat menjadi penerang bagi para pejabat dalam mengemban amanah baru.

Selain itu juga untuk memperkuat dan promosi wisata Kayangan Api.

“Kami laksanakan pelantikan di Kayangan Api agar membawa spirit yang bisa menerangi kehidupan menuju arah yang lebih baik. Selain itu, Kayangan Api merupakan situs nasional yang sedang kami perjuangkan agar masuk dalam daftar warisan dunia UNESCO,” ucapnya.

Tak lupa, Wahono mengingatkan para aparatur sipil negara (ASN) yang baru dilantik untuk menjaga disiplin, integritas, dan komitmen dalam menjalankan tugas.

“Segera menyesuaikan diri dan memahami tupoksi secara menyeluruh, dengan orientasi pada pelayanan publik yang maksimal dan profesional,” tegasnya.

Sejumlah pejabat pimpinan tinggi pratama mengalami pergeseran posisi.

Diantaranya Andik Sudjarwo yang sebelumnya menjabat Asisten Administrasi Umum kini dipercaya sebagai Asisten Perekonomian dan Pembangunan, menggantikan Kusnandaka Tjatur yang menempati posisi Asisten Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat.

Kemudian, jabatan Asisten Administrasi Umum kini diisi Machmudin yang sebelumnya menjabat Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (DPMD).

Sementara itu, Djoko Lukito yang sebelumnya Asisten Perekonomian dan Pembangunan, kini menjabat Kepala DPMD Bojonegoro.

Selain itu, Welly Fitrama yang sebelumnya memimpin Dinas Pariwisata dan Kebudayaan (Disbudpar) Bojonegoro, kini dipercaya sebagai Kepala Dinas Perhubungan (Dishub).

Ia menggantikan A’an Syahbana yang kini menjabat Staf Ahli Bupati Bidang Kemasyarakatan dan Sumber Daya Manusia.

Lalu, posisi Kepala Disbudpar Bojonegoro kini diisi Elzadeba Agustina.

Adapun Mahmudi yang sebelumnya menjabat Kepala Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Bakesbangpol), kini memimpin Dinas Perindustrian dan Tenaga Kerja (Disperinaker).

Ia bertukar posisi dengan Amir Syahid yang kini menjabat Kepala Bakesbangpol Bojonegoro.

Mutasi juga menyasar jabatan sekretaris camat, sekretaris dinas, kepala bidang di sejumlah dinas dan badan, termasuk di Badan Riset dan Inovasi Daerah (Brida) Bojonegoro yang baru dibentuk.

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.