TRIBUNJABAR.ID, CISARUA - Upaya pencarian besar-besaran masih dilakukan untuk menemukan 80 warga Desa Pasirlangu, Kecamatan Cisarua, Kabupaten Bandung Barat (KBB), yang dilaporkan hilang tertimbun longsor sejak Sabtu (24/1/2026).
Hingga hari kelima pencarian, Rabu (28/1/2026), duka mendalam masih menyelimuti lokasi bencana seiring bertambahnya jumlah jenazah yang berhasil dievakuasi.
Incident Commander bencana longsor Cisarua, Ade Zakir, mengungkapkan hasil verifikasi terbaru lintas instansi untuk memvalidasi jumlah korban.
Dari total 158 warga yang terdampak langsung di titik longsor, data menunjukkan angka yang memprihatinkan:
Baca juga: Mahkota Longsor Gunung Burangrang Kritis Tergenang Air, Basarnas Sempat Hentikan Pencarian Korban
"Dari 50 bodypack yang dibawa Basarnas, sebanyak 35 jenazah sudah berhasil diidentifikasi oleh Tim DVI, sementara 15 lainnya masih dalam proses," ujar Ade Zakir, Rabu (28/1/2026).
Bencana ini meluluhlantakkan permukiman di tiga kampung di Desa Pasirlangu.
Berdasarkan data teknis, terdapat 48 rumah warga berstatus rusak berat serta satu bangunan musala yang hancur.
Adapun wilayah terdampak meliputi:
Jumlah Pengungsi Terus Meningkat
Selain warga yang hilang, jumlah pengungsi di posko utama Desa Pasirlangu juga mengalami lonjakan. Rasa trauma dan ancaman longsor susulan membuat warga meninggalkan rumah mereka.
"Saat ini tercatat ada 564 jiwa dari 186 Kepala Keluarga (KK) yang mengungsi di posko Desa Pasirlangu," tambahnya.
Ade menegaskan bahwa fokus utama tim gabungan saat ini adalah mempercepat pencarian 80 warga yang masih hilang, sembari memastikan pemenuhan logistik bagi ratusan pengungsi yang bertahan di tenda darurat. (*)