Laporan Wartawan Serambi Indonesia, Aulia Prasetya | Sabang
SERAMBINEWS.COM, SABANG – Harga emas di Kota Sabang terus menunjukkan tren kenaikan dalam beberapa hari terakhir.
Pada Rabu (28/1/2026), harga emas tercatat menembus Rp9.200.000 per mayam.
Kondisi ini dinilai semakin memberatkan masyarakat, terutama kalangan muda yang tengah mempersiapkan pernikahan.
Salah seorang pedagang emas di Toko Mustika Permata, Kota Sabang, Fitri, mengatakan kenaikan harga emas terjadi secara bertahap dan mengikuti pergerakan pasar nasional maupun internasional.
“Memang naik sangat cepat sejak beberapa hari terakhir. Hari ini sudah di angka Rp9,2 juta per mayam,” ujar Fitri saat ditemui di tokonya.
Meski harga emas terus meningkat, Fitri menilai minat masyarakat untuk membeli emas masih tetap ada. Menurutnya, emas masih menjadi instrumen investasi yang relatif aman.
“Walaupun naik, emas tetap jadi investasi paling aman. Nilainya cenderung stabil dan jarang turun drastis,” katanya.
Namun, lonjakan harga emas ini menimbulkan kekhawatiran tersendiri, khususnya bagi generasi muda. Akbar, salah seorang pemuda di Kota Sabang, menilai kenaikan harga emas yang tidak terkendali menjadi persoalan serius bagi kaum muda di Aceh.
“Emas itu wajib dalam mahar pernikahan di Aceh. Kalau harganya terus naik tanpa kendali, jelas sangat memberatkan kami,” ujar Akbar saat ditemui terpisah.
Ia menjelaskan, rata-rata mahar pernikahan di Sabang berkisar antara 10 hingga 15 mayam. Dengan harga emas yang telah melampaui Rp9 juta per mayam, total biaya mahar bisa mencapai puluhan hingga ratusan juta rupiah, belum termasuk kebutuhan pernikahan lainnya.
“Upah dan gaji tidak ikut naik, jadi ini masalah besar. Banyak anak muda akhirnya menunda pernikahan karena tidak sanggup,” tambahnya.
Akbar berharap pemerintah daerah dapat mengambil peran dengan menyusun kebijakan atau simulasi terkait mahar pernikahan di Aceh, khususnya di Sabang.
“Kami berharap ada solusi yang tidak merendahkan perempuan, tetapi juga tidak menyulitkan kaum muda. Adat tetap terjaga, tapi juga harus realistis dengan kondisi ekonomi,” ujarnya.
Kenaikan harga emas yang terus berlanjut diperkirakan masih akan memengaruhi daya beli masyarakat, terutama bagi mereka yang membutuhkan emas untuk keperluan adat dan pernikahan.(*)