TRIBUNPONTIANAK.CO.ID, PONTIANAK – Al Amin resmi terpilih sebagai Ketua Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Asosiasi Pengusaha Truk Indonesia (Aptrindo) Provinsi Kalimantan Barat (Kalbar) periode 2026–2031.
Ia terpilih dalam Musyawarah Daerah (Musda) II DPD Aptrindo Kalbar yang digelar di Grand Mahkota Hotel Pontianak, Rabu 28 Januari 2026.
Musda II tersebut dirangkai dengan pelantikan kepengurusan DPD Aptrindo Kalbar yang dipimpin langsung oleh Ketua Umum Dewan Pimpinan Pusat (DPP) Aptrindo, Gemilang Tarigan.
Pelantikan ini menandai dimulainya kepengurusan baru Aptrindo Kalbar dalam menghadapi berbagai tantangan sektor angkutan barang dan logistik di daerah.
Usai dilantik, Al Amin menegaskan komitmennya untuk menggerakkan organisasi secara aktif dan profesional. Ia menyatakan telah mulai berkoordinasi dengan berbagai instansi guna memperkenalkan sekaligus menegaskan keberadaan Aptrindo di Kalimantan Barat.
Ia menegaskan, Aptrindo Kalbar akan menjadi mitra strategis pemerintah daerah dengan mendukung program-program yang berpihak pada kepentingan publik dan perputaran roda ekonomi.
Menurutnya, sektor angkutan truk memiliki peran vital dalam menjaga kelancaran distribusi barang dan logistik.
“Kami akan mendukung program pemerintah. Apa yang menjadi kebutuhan dan kebijakan pemerintah, Aptrindo siap mengkolaborasikannya demi kepentingan publik dan keberlangsungan ekonomi daerah,” tegasnya.
Al Amin juga menyoroti sejumlah tantangan besar yang selama ini dihadapi para pengusaha truk dan sopir di Kalbar, salah satunya persoalan bahan bakar minyak (BBM) dan kendaraan truk yang kerap parkir di badan jalan. Ia menilai persoalan tersebut tidak bisa dilihat secara sepihak.
“Mobil-mobil yang parkir di jalan itu bukan karena keinginan sopir. Mereka terpaksa antre BBM karena keterbatasan stok. Ini akan kami sampaikan dan sosialisasikan agar ada pemahaman bersama,” jelasnya.
Di bawah kepemimpinannya, Aptrindo Kalbar berkomitmen memperjuangkan persoalan-persoalan tersebut melalui jalur komunikasi dan audiensi dengan instansi terkait.
“Apa yang menjadi permasalahan dan kendala kawan-kawan akan kami perjuangkan. Kami akan bertemu instansi terkait, berkolaborasi, dan menyampaikan aspirasi dengan mengedepankan audiensi,” katanya.
Sementara itu, Ketua Umum DPP Aptrindo Gemilang Tarigan menekankan sejumlah program strategis yang harus menjadi perhatian DPD Aptrindo Kalbar ke depan.
Di antaranya adalah pengembangan organisasi hingga ke seluruh kabupaten dan kota di Kalimantan Barat serta pembenahan database anggota.
“Database anggota ini sangat penting agar organisasi kuat dan tertata,” ujar Gemilang.
Ia juga menyoroti isu Over Dimension Over Loading (ODOL) yang akan ditertibkan secara nasional mulai 2027. Menurutnya, kebijakan tersebut harus diantisipasi sejak dini melalui koordinasi intensif dengan para pemangku kepentingan.
“Penertiban ODOL pada 2027 harus diantisipasi. Aptrindo Kalbar perlu berkoordinasi dengan stakeholder untuk mencari solusi dan memecahkan persoalan yang ada di daerah,” tegasnya.
Dengan kepengurusan baru ini, Aptrindo Kalbar diharapkan mampu menjadi wadah perjuangan pengusaha truk yang solid, komunikatif, dan konstruktif, sekaligus berperan aktif dalam mendukung kebijakan pemerintah serta menjaga kelancaran distribusi logistik di Kalbar. (*)
!!!Membaca Bagi Pikiran Seperti Olahraga Bagi Tubuh!!!