Garang Fitnah Suderajat Penjual Es Gabus, Kehidupan Aiptu Ikhwan, Flexing hingga Ngonten saat Tugas
January 29, 2026 01:38 AM

TRIBUNTRENDS.COM - Kehidupan Bhabinkamtibmas Rawa Selatan, Aiptu Ikhwan Mulyadi, ternyata sangat kontras dengan Suderajat (50), pedagang es kue yang menjadi korban fitnah.

Di satu sisi, Ikhwan menjalani kehidupan yang berkecukupan.

Ia dikenal kerap menghabiskan waktu dengan bermain tenis dan bowling, serta tampil dengan gaya nyentrik saat bertugas di lapangan.

Sementara itu, Suderajat harus menghadapi tudingan serius terkait dagangannya.

Peristiwa tersebut terjadi di Kelurahan Kampung Rawa, Johar Baru, Jakarta Pusat, pada Sabtu (24/1/2026).

Saat itu, Aiptu Ikhwan Mulyadi bersama Babinsa Serda Herda menuduh Suderajat menjual es kue yang disebut-sebut dibuat dari spons.

Tuduhan itu disampaikan secara terbuka.

Baca juga: Oknum TNI Takut? Temui Suderajat Penjual Es Gabus, Minta Tak Ada Tuntutan, Aiptu Ikhwan Diperiksa

"Kita dapat es kue jadul, nah sekarang harap hati-hati karena ini sudah rekayasa bukan bahan kue lagi atau puding melainkan bahan spons yah. Ini bahayanya spons, kalau dibakar meleleh," kata Ikhwan.

Tak berhenti sampai di situ, tindakan intimidatif juga dilakukan.

Serda Heri Purnomo bahkan memaksa Suderajat untuk memakan es kue yang dituding berbahaya tersebut.

"Makan nih, makan, abisin. Kamu telen, yang modar biar kamu yah jangan anak-anak kecil yah, kasihan itu," katanya.

Aksi tersebut bermula dari laporan yang diterima melalui call center 110.

Laporan itu disampaikan oleh M Arief Fadillah (43), warga Utan Panjang III, Kemayoran, Jakarta Pusat.

Dalam laporannya, Arief menuduh Suderajat menjual es kue, es gabus, agar-agar, serta cokelat meses yang disebut mengandung polyurethane foam (PU Foam), yakni material yang biasa digunakan sebagai busa kasur atau spons.

Ternyata, Kasat Reskrim Polres Metro Jakarta Pusat AKBP Roby Heri Saputra mengatakan Tim Keamanan Pangan Dokpol Polda Metro Jaya melakukan pemeriksaan terhadap es kue yang dijual Suderajat.

Disimpulkan es kue, es gabus, agar-agar, dan cokelat meses dipastikan aman dan layak dikosumsi.

"Tim Dokkes telah melakukan pemeriksaan menyeluruh dan memastikan hasil yang lebih pasti dan ilmiah. Kami juga mengirim sampel ke Dinas Kesehatan dan Laboratorium Forensi Polri," katanya.

Setelah terbukti fitnah, Ikhwan dan Heri sama-sama datang ke rumah Suderajat.

Jajat sapaan akrabnya, dia tinggal di rumah yang nyaris roboh di Desa Rawa Panjang, Kecamatan Bojonggede, Kabupaten Bogor.

Dia memiliki istri dan lima anak.

Baca juga: Oknum TNI & Polri Ketar-ketir, Suderajat Penjual Es Gabus Dibantu Hotman Paris, Kirim 10 Pengacara

ES GABUS VIRAL - Video viral memperlihatkan dua pria berseragam TNI dan Polri menuding pedagang es gabus di Kemayoran, Jakarta Pusat, menjual produk berbahan spons. Dari pemeriksaan sementara Polres Metro Jakarta Pusat, es gabus tersebut dipastikan aman dikonsumsi.
ES GABUS VIRAL - Video viral memperlihatkan dua pria berseragam TNI dan Polri menuding pedagang es gabus di Kemayoran, Jakarta Pusat, menjual produk berbahan spons. Dari pemeriksaan sementara Polres Metro Jakarta Pusat, es gabus tersebut dipastikan aman dikonsumsi. (Instagram/feedgramindo)

Setiap hari sejak subuh Jajat sudah keluar rumah menjajakan es kue dari pemasok di Depok.

Mulai dari Depok, lalu Jakarta, dia berkeliling sampai sore demi makan istri dan anak.

Dia sudah 30 tahun menjalani profesi tersebut.

Beda dengan Jajat, Aiptu Ikhwan Mulyadi justru hidup berkecukupan.

Dilihat dari akun TikTok Bhabin Kampung Rawa, tampak Ikhwan pernah memposting video ketika bermain bowling.

Pernah juga mengunggah video saat bermain tenis.

Selain itu ada pula video ketika dirinya selfie di dalam mobil.

Akun tersebut berisi kegiatan Ikhwan ketika turun ke masyarakat.

Setiap kali bekerja, dia tampak selalu mengenakan kacamata, cincin hingga gelang.

Meski sudah minta maaf, namun Jajat tetap trauma.

"Saya sih mau dagang es kue lagi, takutnya saya 3 kali 4 kali takut digebug pake kayu pake apa, entar saya mati konyol," katanya.

Ia merasa takut menjadi incaran saat dagang es kue lagi di Kemayoran.

"Takutnya saya diincer sama di Kemayoran. Ada es racun, es racun, gimana. Takutnya," katanya.

Atas tindakannya pada Jajat, kata Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Pol Budi Hermanto, Ikhwan akan diperiksa Bid Propam Polda Metro Jaya.

Hal itu dilakukan untuk mengetahui adanya unsur kesengajaan atau tidak.

"Artinya apabila seorang anggota polri melakukan pelanggaran baik itu kode etik pidana pasti ada sanksinya," di Mapolda Metro Jaya, Jakarta Selatan, Rabu (28/1/2026), dikutip dari Tribunnews.com.

"Tapi kami minta waktu karena Bid Propam Polda Metro Jaya masih mendalami, apakah ada unsur kesengajaan, apakah ada penganiayaan," terangnya.

Terkait adanya dugaan penganiayaan terhadap pedagang es kue, Kombes Budi belum memastikan secara lugas. 

Menurut informasi yang diperoleh bahwa belum ditemukan unsur penganiayaan tersebut.

"Tapi mungkin cara yang dilakan oleh petugas tadi salah sehingga membuat suatu tindakan yang kontroversial," tukasnya.

(TribunTrends/TribunBogor)

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.