Setelah Dipermalukan & Dianiaya Aparat, Penjual Es Kue di Bogor Dihadiahi Motor, Anak Bisa Sekolah
January 29, 2026 01:44 AM

TRIBUNNEWSMAKER.COM - Penjual es kue di Bogor, Suderajat, akhirnya menerima bantuan setelah sebelumnya dipermalukan dan dianiaya oknum aparat.

Kisah pilu ini menarik perhatian masyarakat, yang kemudian Kapolres Metro Depok memberikan dukungan berupa hadiah motor.

Selain itu, anaknya yang semula terkendala masalah biaya terkait pendidikan, kini bisa melanjutkan sekolah, membuka harapan baru bagi keluarga kecil ini.

Baca juga: Feroz Ayah Lula Lahfah Ragukan Suara Teriakan Anaknya saat Dini Hari Sebelum Meninggal: Tak Yakin

Suderajat dapat banyak rezeki setelah difitnah dan dianiaya oknum aparat

Kesabaran dan ketabahan hati Suderajat usai difitnah menjual es kue berbahan spons kini berbuah manis.

Perhatian dari berbagai pihak kini tertuju padanya yang menjadi korban tuduhan tak mendasar oleh oknum aparat TNI-Polri.

Bantuan pun terus mengalir kepadanya pasca kejadian yang meninpanya viral dan tuduhan yang dilayangkan tidak terbukti.

Pria yang karib disapa Jajat itu saat ini telah menerima berbagai bantuan mulai dari dukungan moril hingga materil.

Rumahnya yang berada di Desa Rawapanjang, Kecamatan Bojonggede, Kabupaten Bogor terus didatangi oleh masyarakat yang berempati terhadap kejadian yang dialami oleh ayah dari lima orang anak tersebut.

Berdasarkan informasi yang dihimpun TribunnewsBogor.com, Pemerintah Kabupaten Bogor telah memberikan bantuan terhadap keluarga Jajat.

Adapun bantuan yang diberikan berupa bantuan paket sembako dan dua anaknya yang sempat putus sekolah dapat kembali belajar di Sekolah Rakyat dilengkapi oleh seragam dan kebutuhan sekolah lainnya.

Selain itu keluarga Suderajat didaftarkan sebagai penerima BPJS Kesehatan PBI, serta mendapat pendampingan PKH dan PSM rutin untuk memantau kondisi keluarganya.

VIRAL ES KUE - Akhirnya oknum aparat yang fitnah penjual es kue asal Bogor minta maaf secara langsung. Nasib Suderajat mujur usai kisahnya viral.
VIRAL ES KUE - Akhirnya oknum aparat yang fitnah penjual es kue asal Bogor minta maaf secara langsung. Nasib Suderajat mujur usai kisahnya viral. (YouTube)

Selain itu, Suderajat juga mendapat hadiah berupa satu unit kendaraan roda dua dari Kapolres Metro Depok dan bantuan modal usaha.

Sepeda motor tersebut berjenis Yamaha Mio terbaru berwarna hijau tosca.

Tak hanya itu, beberapa hari sebelum kasus ini viral, rumah Suderajat juga dilakukan perbaikan yang hingga saat ini masih berlangsung.

Perbaikan rumah tersebut merupakan bantuan rumah tidak layak huni (RTLH) yang sudah terdata sejak tahun 2025 namun baru terealisasi di awal tahun ini. 

Ketua RW setempat, M. Ali Akbar mengaku senang jika warganya kini mendapat perhatian dari banyak pihak.

Terlebih, kondisi perekonomian dari keluarga Suderajat masuk dalam kategori kurang mampu sehingga membutuhkan uluran tangan.

Kontroversi es gabus

Kasus ini bermula ketika seorang warga melaporkan es gabus yang dijual Suderajat diduga berbahan spons atau Polyurethane Foam (PU Foam), bahan yang biasa digunakan sebagai busa kasur atau spons cuci. Laporan itu diterima call center 110 pada Sabtu (24/1/2026).

Video interogasi Suderajat viral di Instagram @feedgramindo, memperlihatkan aparat menekankan risiko kesehatan dari es gabus tersebut.

Salah satu aparat, Ikhwan, menilai rasa es berbeda dan menduga berbahan spons.

"Kenapa kamu jual?" tanya Heri ke Suderajat.

"Kalau berhenti (jualan) anak bini makan apa?" kata Suderajat.

"Ya kamu gimana, ini kalau dimakan sama anak-anak kecil ini bikin penyakit," kata Heri dengan nada keras.

Hasil pemeriksaan laboratorium

Menindaklanjuti laporan, Tim Keamanan Pangan Dokpol Polda Metro Jaya memeriksa seluruh barang dagangan Suderajat.

Hasilnya menyatakan semua sampel aman dan layak dikonsumsi.

"Tim Dokkes telah melakukan pemeriksaan menyeluruh dan hasilnya jelas: Produk tersebut layak dikonsumsi atau tidak mengandung zat berbahaya," jelas Kasatreskrim Polres Metro Jakarta Pusat AKBP Roby Heri Saputra.

Roby menambahkan, sampel juga dikirim ke Dinas Kesehatan dan Laboratorium Forensik Polri untuk memastikan hasil yang lebih akurat.

Polisi juga menelusuri lokasi produksi di Depok untuk memastikan tidak menggunakan bahan berbahaya.

"Namun untuk menjamin ketenangan publik dan memastikan hasil yang lebih pasti dan ilmiah, kami juga mengirim sampel ke Dinas Kesehatan dan Laboratorium Forensik (Labfor) Polri," kata Roby.

Hingga kini, proses uji laboratorium lanjutan masih berlangsung. Sementara itu, Suderajat mengaku trauma akibat perlakuan aparat, meski produk dagangannya telah dinyatakan aman.

(TribunNewsmaker.com/TribunnewsBogor.com)

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.