Pamit Izin Kerja, Pemuda di Jakbar Tenggelam di Kali Cengkareng Drain
January 29, 2026 01:52 AM

TRIBUNJAKARTA.COM, CENGKARENG - Warga Pedongkelan, Cengkareng, Jakarta Barat, dihebohkan dengan peristiwa tenggelamnya seorang pemuda di Kali Cengkareng Drain, Rabu (28/1/2026).

Korban diketahui bernama Ilham Kaulid (22), warga Jalan Nusa, Cengkareng, Jakarta Barat.

Peristiwa nahas tersebut sempat terekam dalam video amatir warga dan beredar luas. 

Dalam rekaman itu, Ilham terlihat melambaikan tangan meminta pertolongan saat berada di tengah aliran Kali Cengkareng Drain, sebelum akhirnya tenggelam dan terbawa arus deras.

Pencarian Dihentikan

Petugas dari BPBD Provinsi DKI Jakarta yang menerima laporan langsung menuju lokasi kejadian. 

Sejumlah peralatan pencarian dikerahkan, mulai dari perahu karet hingga pendirian posko di sekitar lokasi.

Namun, proses pencarian terpaksa dihentikan sementara karena derasnya arus air dan minimnya pencahayaan. 

Pencarian rencananya akan dilanjutkan pada Kamis (29/1/2026) pagi dengan melibatkan tim gabungan.

Diduga Melompat

Salah satu saksi mata, Suwarno, menuturkan korban diduga melompat dari jembatan sebelum akhirnya terseret ke tengah kali.

“Awalnya pokoknya loncat dari jembatan. Lewat dari jembatan, tahu-tahu dia sudah pegangan tiang di tengah itu,” ujar Suwarno di lokasi.

Ia mengaku sempat berusaha menolong korban dengan menggunakan getek, namun korban sudah terlepas dan hanyut.

“Saya juga mau nolongin, bawa getek, mau jalan, tahu-tahu dia sudah lepas. Habis gimana, sudah sampai tengah. Masa saya mau nyebur,” katanya.

Menurut Suwarno, korban tidak sendirian saat kejadian. 

Ia menyebut Ilham melompat bersama seorang temannya.

“Loncat dia sama temennya. Temennya mau ngelamar kerja, yang satu pulang ngabarin bapaknya korban kalau anaknya nyebur kali,” ucapnya.

Suwarno menambahkan, korban sempat berusaha menyelamatkan diri meski tidak bisa berenang.

“Ya dia menyelamatkan diri, namanya orang nggak bisa berenang ya sebisanya lah, tangannya,” ujarnya.

Ia juga mengatakan banyak warga yang ingin menolong, namun urung dilakukan karena kondisi kali yang berbahaya.

“Kalau warga banyak yang mau nolong, tapi dia sudah sampai tengah. Warga nggak berani turun,” tambahnya.

Hingga Rabu malam, korban masih belum ditemukan.

Pamit Lamar Kerja

Sementara itu, ayah korban, Nahuri, mengatakan sebelum kejadian anaknya berpamitan untuk melamar pekerjaan ke kawasan Muara Baru bersama seorang tetangganya.

“Tadi kan dia mau ngelamar kerja ke Muara Baru. Saya izinin berdua sama tetangganya. 

Berangkat kok, tahu-tahu temennya balik ngasih kabar katanya anak saya nyebur kali,” ujar Nahuri.

Nahuri juga mengungkapkan dugaan adanya persoalan pribadi yang dialami anaknya sebelum kejadian.

“Awalnya itu ada istri orang suka sama dia. Pernah saya tegur, jangan lah, namanya kamu punya suami. Tapi tetap nyamperin. Mungkin, mungkin ya ini ya,” katanya.

Ia mengaku sangat terpukul atas kejadian tersebut dan berharap anaknya dapat ditemukan dalam keadaan selamat.

“Sedih lah, Pak, namanya anak. Kalau bisa kan saya luruskan, saya bimbing yang lurus. Harapan saya sih kalau ditemukan masih hidup." 

"Tapi kalau memang sudah nggak ada, ya kita pasrah kepada Allah,” tutur Nahuri.

Berita Terkait

Baca juga: Berenang Bersama Teman, Pelajar SMP Tewas Tenggelam di Kolam Renang GOR Senen

Baca juga: Kasus Pedagang Es Gabus, Kompolnas Tunggu Hasil Pemeriksaan Propam

Baca juga: Sosok Perempuan yang Bikin Kasus Penjual Es Gabus Memanas Disorot, Aspri Hotman: Ada yang Tahu?

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.