TRIBUNNEWSSULTRA.COM, KENDARI - Sebanyak 800 tanaman cabai bakal dibagikan ke masyarakat kurang mampu di Kota Kendari Sulawesi Tenggara (Sultra).
Hal itu disampaikan Kepala Dinas Ketahanan Pangan (Disketapang) Kendari, Abdul Rauf saat diwawancarai TribunnewsSultra.com, Rabu (28/1/2026).
Dia menyampaikan, Pemerintah Kota (Pemkot) Kendari menggelontorkan anggaran untuk meningkatkan ketahanan pangan warganya.
Salah satu caranya yaitu memanfaatkan pekarangan rumah dengan menanam tanaman yang Beragam, Bergizi, Seimbang, dan Aman atau B2SA.
"Kami kemarin (2025) sudah coba di TPAS (Tempat Pembuangan Akhir Sampah) Puuwatu karena memang bantuan ini untuk masyarakat tidak mampu," kata Rauf.
Calon penerimanya diperkirakan keluarga yang berasal dari desil 1, 2, 3, maupun 4 dan mesti ber-KTP Kendari.
Mantan Kepala Dinas Sosial (Dinsos) Kendari itu menjelaskan alasan pemberian tanaman cabai.
Baca juga: Hujan Picu Harga Cabai hingga Ayam Naik Jelang Nataru 2025, Gubernur Atasi Inflasi Sulawesi Tenggara
Menurutnya, cabai merupakan salah satu bahan pangan yang banyak dikonsumsi serta menjadi komoditi penyumbang inflasi di Kota Lulo.
Sehingga, dengan pemberian tanaman cabai siap petik ini dapat mengurangi biaya belanja terutama bagi kalangan kurang mampu.
"Masyarakat dari TPAS Puuwatu juga berterima kasih karena sudah merasakan manfaat dari pemberian tanaman cabai itu," tuturnya.
Di TPAS Puuwatu, total penerima bantuan mencapai 44 Kepala Keluarga (KK) dengan jumlah kurang lebih 500 tanaman cabai.
Selain cabai rawit, Disketapang juga sebelumnya mendistribusikan bantuan tanaman terong.
Akan tetapi, Rauf menilai tumbuhan dengan daya tahan kuat di tengah kondisi cuaca yang berubah-ubah ada pada tanaman cabai.
Kantor Disketapang berada di Jalan Balai Kota II Kelurahan Pondambea, Kecamatan Kadia.
Jaraknya sekira 850 meter atau 3 menit dari kawasan pusat kota, Tugu Religi Eks MTQ Kelurahan Korumba Kecamatan Mandonga. (*)
(TribunnewsSultra.com/Apriliana Suriyanti)