Laporan Wartawan TribunLombok.com, Ahmad Wawan Sugandika
TRIBUNLOMBOK.COM, KOTA MATARAM - Pemerintah Kota (Pemkot) Mataram saat ini tengah berupaya mengatasi masalah sampah yang kian menumpuk di perkotaan.
Pemkot juga melihat sumbangan sampah di pasar juga menjadi prioritas penanganan.
Mengatasi masalah ini, Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Mataram akan membangun 52 unit tempah dedoro di 18 pasar tradisional di Kota Mataram.
"Intruksi pak wali, program tempah dedoro ini harus cepat dilaksanakan. Semua pasar diminta untuk membuat tempat dedoro, rencananya 52 unit di 18 pasar," ucap Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Mataram, Nizar Denny Cahyadi, setelah dikonfirmasi, Kamis (29/1/2026).
Hanya saja, Pasar Karang Jasi belum dapat membentuk program tersebut karena terkendala lahan.
Adapun pembangunan 52 unit tempah dedoro di 18 pasar akan dilakukan pekan ini.
"Rencananya di minggu ini, diminta cepat sama Pak Wali," ungkapnya.
Baca juga: Bukan Tempat Sampah, Lokasi Penemuan Mayat Terbakar di Sekotong Dipastikan Lahan Pribadi
Untuk keterisian sampah organik lanjut dia, di masing-masing unit tempah dedoro memiliki masa simpan 5-6 bulan.
"Kalau untuk pasar masa simpan sampah organiknya bisa 2-3 bulan, itu sudah penuh. Nanti kalau sudah penuh, jadi pupuk," sebutnya.
Nizar berharap, dengan adanya tempah dedoro di 18 pasar tradisional, sampah-sampah organik yang dikirim ke TPS bisa berkurang.
“Tidak muluk-muluk, kita bisa mengurangi 30 persen saja sampah organik di Kota Mataram, itu sudah bagus sekali," pungkasnya.