Data BPBD DIY: Gunungkidul dan Bantul Paling Terdampak Gempa Sesar Opak
January 29, 2026 03:14 PM

 

TRIBUNJOGJA.COM, YOGYA - Kabupaten Gunungkidul dan Bantul menjadi wilayah yang paling terdampak gempa bumi bermagnitudo 4,5 akibat aktivitas Sesar Opak yang mengguncang Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY), Selasa (27/1/2026) kemarin.

Puluhan bangunan dilaporkan mengalami kerusakan ringan akibat guncangan gempa tersebut.

Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) DIY memaparkan sejumlah kerusakan yang menjadi dampak gempa Bantul.

Kerusakan di Gunungkidul 

Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) DIY, Agustinus Ruruh Haryata, mengatakan hasil pendataan sementara menunjukkan sedikitnya 10 bangunan di Kabupaten Gunungkidul mengalami kerusakan ringan dengan total kerugian ditaksir mencapai Rp 4 juta.

“Setidaknya ada 10 bangunan yang mengalami kerusakan ringan di Gunungkidul,” ujar Agustinus, Rabu (28/1/2026).

Ia menjelaskan, salah satu bangunan yang terdampak adalah Balai Padukuhan Ngasem RT03/RW14, Kalurahan Ngalang, Kapanewon Gedangsari.

Bangunan tersebut mengalami kerusakan pada bagian atap dengan nilai kerugian sekitar Rp 500.000.

“Kerugian Rp 500.000 ribu,” ujarnya.

Selain itu, lima rumah warga di Padukuhan Pagutan, Kalurahan Pengkol, Kapanewon Nglipar mengalami kerusakan pada bagian atap rumah.

Baca juga: Terdampak Gempa Bumi, Dua Rumah di Bantul Dilaporkan Alami Kerusakan

Total kerugian pada lima rumah tersebut ditaksir sekitar Rp 1 juta, dengan perhitungan masing-masing rumah mengalami kerugian sekitar Rp 200.000.

“Musala Al Ikhlas di Pagutan juga mengalami kerusakan atap ditambah dinding retak dengan jerugian Rp 1 juta,” kata Agustinus.

Masih di Kabupaten Gunungkidul, tiga rumah warga di Padukuhan Ngasem, Kalurahan Ngalang, Kapanewon Gedangsari juga dilaporkan mengalami kerusakan pada bagian atap rumah dan teras. Kerugian di wilayah tersebut ditaksir mencapai Rp 1,5 juta.

“Total kerugian dampak gempa kemarin sekitar Rp 4 juta,” paparnya.

Menurut Agustinus, Tim Reaksi Cepat (TRC) BPBD Gunungkidul telah melakukan asesmen ke lokasi-lokasi terdampak untuk meminimalisasi dampak lanjutan.

Karena kerusakan dinilai relatif ringan, perbaikan bangunan dilakukan secara mandiri oleh warga.

Laporan Kerusakan di Bantul

Sementara itu, dampak gempa di Kabupaten Bantul dilaporkan lebih terbatas.

Berdasarkan informasi yang diterima BPBD DIY, hanya dua rumah warga yang mengalami kerusakan.

“Di Bantul menurut info hanya dua rumah palfonnya jatuh dan retak,” tegas Agustinus.

Gempa bumi yang terjadi pada Selasa (27/1/2026) tersebut merupakan gempa tektonik dengan parameter pembaruan bermagnitudo 4,5. Episenter gempa terletak pada koordinat 7,87 lintang selatan dan 110,49 bujur timur, atau tepatnya berlokasi di darat pada jarak sekitar 16 kilometer arah timur Bantul, DIY, dengan kedalaman 11 kilometer.

Berdasarkan lokasi episenter dan kedalaman hiposenter, gempa tersebut dikategorikan sebagai gempa bumi dangkal yang dipicu oleh aktivitas Sesar Opak.

“Peringatan dini dan informasim menjadi perhatian peningkatan kewaspadaan dan kesiapsiagaan,” imbuhnya. (*)

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.