Wanita Warga Betungan Bengkulu yang Tewas di Hotel Lebong Diduga Sempat Menginap Bersama Kades
January 29, 2026 12:52 PM

 

Laporan Wartawan TribunBengkulu.com, M. Rizki Wahyudi

TRIBUNBENGKULU.COM, LEBONG – Masih ingat kejadian wanita yang ditemukan meninggal dunia di kamar hotel di Kabupaten Lebong pada 16 Januari 2026 lalu?

Peristiwa tersebut kembali menjadi sorotan setelah terungkap bahwa korban, Diana Emilda (46), warga Kelurahan Betungan, Kecamatan Selebar, Kota Bengkulu, diduga sempat menginap bersama seorang kepala desa aktif sebelum ditemukan tak bernyawa.

Korban Ditemukan Tak Bernyawa di Kamar Hotel

Korban ditemukan dalam kondisi tidak bernyawa di lantai kamar hotel dengan posisi tergeletak dan hanya mengenakan pakaian dalam.

Dari hasil pemeriksaan awal di lokasi, petugas menemukan sejumlah barang di dalam kamar, di antaranya obat kuat, tisu bekas pakai, botol air mineral, serta beberapa barang bukti lainnya.

Meski demikian, tidak ditemukan tanda-tanda kekerasan atau luka luar pada tubuh korban.

Dugaan sementara mengarah pada kemungkinan korban meninggal dunia akibat overdosis.

Kamar Hotel Dipesan Oknum Kades Aktif

Berdasarkan keterangan pihak hotel, kamar yang ditempati korban diketahui dipesan oleh seorang pria yang merupakan Kepala Desa aktif di Desa Talang Liak II, Kecamatan Bingin Kuning.

Pria tersebut disebut memesan kamar sehari sebelum kejadian dan bertindak sebagai penanggung jawab sekaligus pembayar kamar.

Korban diketahui masuk ke hotel pada Jumat siang.

Selang beberapa waktu setelah pelaksanaan salat Jumat, sekitar pukul 14.00 WIB, pria yang diduga oknum kades itu datang ke kamar korban.

Namun, sekitar pukul 16.30 WIB, pria tersebut meninggalkan hotel, sementara korban tetap berada di dalam kamar hingga akhirnya ditemukan meninggal dunia pada malam hari.

“Yang memesan kamar untuk almarhum adalah seorang kades. Pembayaran dan tanggung jawab kamar juga atas namanya,” ungkap salah satu petugas hotel.

Baca juga: Breaking News: Wanita Asal Betungan Kota Bengkulu Tewas Nyaris Bugil di Hotel Legapon Lebong

Oknum Kades Sempat Minta Identitas Dirahasiakan

Kasus ini semakin menjadi sorotan setelah diketahui oknum kades tersebut sempat menghubungi pihak hotel pascakejadian.

Ia disebut meminta agar identitas dirinya tidak disampaikan kepada pihak kepolisian jika ditanya terkait orang terakhir yang bersama korban.

Petugas hotel menegaskan bahwa pria tersebut memang tercatat sebagai pemesan kamar.

“Yang jelas, dari data hotel, memang dia yang memesan dan membayar,” tambahnya.

Pengakuan dan Bantahan Kepala Desa

Sementara itu, Kepala Desa Talang Liak II, AP, membenarkan bahwa dirinya sempat bertemu dengan DE di kamar hotel.

Namun, ia membantah memiliki hubungan khusus dengan korban.

AP mengklaim pertemuan tersebut merupakan perkenalan pertama dan menyebut nomor WhatsApp miliknya diperoleh korban dari seseorang.

Ia juga menepis tudingan bahwa dirinya menjadi teman kencan korban.

“Saya hanya datang sebentar, kebetulan saat orang salat Jumat. Soal disebut keluar jam setengah lima itu tidak benar,” ungkap AP.

Proses Penyelidikan Masih Berjalan

Terkait proses hukum, AP mengakui telah dipanggil oleh Polres Lebong untuk dimintai keterangan.

Namun, dari dua kali pemanggilan, ia hanya memenuhi satu kali.

“Panggilan kedua saya tidak datang karena sedang sakit,” lanjutnya.

Terpisah, Kasat Reskrim Polres Lebong, AKP Darmawel Saleh, membenarkan bahwa oknum kades tersebut telah diperiksa dalam perkara ini.

Hingga kini, pihak kepolisian masih mendalami kasus tersebut untuk memastikan penyebab pasti kematian korban serta peran pihak-pihak yang terlibat.

“Benar, yang bersangkutan sudah kami panggil dan dimintai keterangan terkait peristiwa tersebut,” tutupnya.

PENEMUAN MAYAT – Seorang perempuan ditemukan meninggal dunia di sebuah hotel di Kabupaten Lebong pada Jumat (16/1/2026) malam. Peristiwa ini menggegerkan pekerja hotel dan warga sekitar.
PENEMUAN MAYAT – Seorang perempuan ditemukan meninggal dunia di sebuah hotel di Kabupaten Lebong pada Jumat (16/1/2026) malam. Peristiwa ini menggegerkan pekerja hotel dan warga sekitar. (TribunBengkulu.com/M Rizki Wahyudi)

Wanita Tewas di Hotel

Korban ditemukan tergeletak di dalam kamar hotel dengan kondisi hanya mengenakan pakaian dalam.

Peristiwa tersebut langsung dilaporkan ke pihak kepolisian dan ditindaklanjuti dengan pemeriksaan serta olah tempat kejadian perkara (TKP).

Kasi Humas Polres Lebong, Iptu Hadi Sutrisno, melalui Kasubsi PIDM Humas, Aipda Syaiful Anwar, membenarkan adanya penemuan mayat perempuan tersebut.

Dari hasil identifikasi, korban diketahui bernama Diana Emilda (46), warga Kelurahan Betungan, Kecamatan Selebar, Kota Bengkulu.

“Benar, pada Jumat malam kami menerima laporan penemuan mayat perempuan di salah satu kamar hotel, dari hasil pemeriksaan KTP-nya warga Kota Bengkulu,” sampai Syaiful.

Berdasarkan hasil pemeriksaan awal di lokasi kejadian, polisi menemukan korban mengenakan celana legging pendek warna hitam dan pakaian dalam.

Selain itu, petugas juga menemukan sejumlah barang di dalam kamar hotel.

Di antaranya tisu yang diduga bekas digunakan korban, dua botol air minum, satu bungkus rokok, obat yang diduga obat kuat, serta pil merek Samcodin.

Petugas juga menemukan alat kontrasepsi berupa tissue magic dan kondom yang sudah digunakan.

Meski demikian, dari hasil pemeriksaan luar terhadap tubuh korban, polisi tidak menemukan adanya luka maupun tanda-tanda kekerasan.

“Tidak ditemukan luka pada tubuh korban dan tidak ada tanda-tanda kekerasan,” tegas Syaiful.

Sejumlah barang bukti turut diamankan petugas, di antaranya dua unit telepon genggam milik korban, alat kontrasepsi yang telah digunakan, bungkus obat yang diduga obat kuat baik yang sudah maupun belum dibuka, tisu bekas pakai, dua botol air minum, serta kunci kamar hotel nomor 9.

Pihak keluarga korban diketahui menolak dilakukan autopsi terhadap jenazah.

Penolakan tersebut dituangkan dalam surat resmi yang ditandatangani oleh kakak kandung korban.

“Keluarga menolak autopsi dan korban akan langsung dibawa ke rumah keluarga di Kabupaten Kepahiang,” tambahnya.

Sementara itu, salah seorang petugas Hotel Legapon menyebutkan bahwa korban datang ke hotel seorang diri.

“Dia masuk sendiri pada siang harinya,” ujar petugas hotel ketika itu.

Gabung grup Facebook TribunBengkulu.com untuk informasi terkini

 

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.