5 Fakta Pembangunan Fender Jembatan Mahakam di Samarinda, Spesifikasi Lebih Kuat
January 29, 2026 03:19 PM

TRIBUNKALTIM.CO, SAMARINDA – Setelah hampir satu tahun berlalu sejak insiden tabrakan kapal, pembangunan fender atau sistem pelindung pilar Jembatan Mahakam I di Samarinda, Kalimantan Timur, akhirnya mulai dikerjakan, Rabu (28/1/2026).

Suara dentuman logam dari atas Sungai Mahakam, Kota Samarinda, Provinsi Kalimantan Timur, kini kembali terdengar.

Getaran palu pancang memecah permukaan air kecokelatan yang mengalir tenang di bawah Jembatan Mahakam I.

Hampir setahun setelah insiden tabrakan kapal pada Februari 2025 lalu, pembangunan fender atau sistem pelindung pilar jembatan akhirnya dikebut dan ditargetkan rampung pada akhir April 2026.

Baca juga: Jembatan Mahakam IV Samarinda Jadi Jalur Truk Berat, Berlaku Pukul 22.00–05.00 Wita

Dari tepi sungai, tepatnya di kawasan Jalan Untung Suropati, Kecamatan Sungai Kunjang, aktivitas proyek terlihat jelas.

Kapal ponton berlabuh stabil, pipa pancang baja berdiameter besar berdiri tegak, sementara para pekerja mengenakan rompi keselamatan bergerak sigap di atas geladak.

Sesekali, riak air sungai bergulung saat alat berat mulai bekerja, menandai dimulainya tahapan pemancangan.

Insiden tabrakan sendiri terjadi pada Minggu (16/2/2025), saat sebuah kapal kayu menabrak pilar Jembatan Mahakam I. 

PEMBANGUNAN FENDER JEMBATAN - Pemancangan untuk membuat fender atau pelindung di Jembatan Mahakam I mulai dilakukan, pantauan Tribun Kaltim pada Rabu (28/1/2029) dari pinggir Sungai Mahakam tepatnya di halaman parkir Hotel Harris Jalan Untung Suropati, Kecamatan Sungai Kunjang, Kota Samarinda, teknis pekerjaan pemancangan tampak dilakukan menggunakan metode pemancangan di atas air dengan bantuan kapal ponton. (TRIBUNKALTIM.CO/MOHAMMAD FAIROUSSANIY)
PEMBANGUNAN FENDER JEMBATAN - Pemancangan untuk membuat fender atau pelindung di Jembatan Mahakam I mulai dilakukan, pantauan Tribun Kaltim pada Rabu (28/1/2029) dari pinggir Sungai Mahakam tepatnya di halaman parkir Hotel Harris Jalan Untung Suropati, Kecamatan Sungai Kunjang, Kota Samarinda, teknis pekerjaan pemancangan tampak dilakukan menggunakan metode pemancangan di atas air dengan bantuan kapal ponton. (TRIBUNKALTIM.CO/MOHAMMAD FAIROUSSANIY) (TribunKaltim.co/Mohammad Fairoussaniy)

Peristiwa itu sempat memicu kekhawatiran publik terhadap keamanan jembatan vital yang menjadi urat nadi penghubung Samarinda Seberang dan pusat kota ibukota provinsi Kaltim ini.

Kepala Satuan Kerja SKPD Kaltim, Ilyas, menjelaskan bahwa proses pemancangan fender sudah dimulai setelah melalui serangkaian rapat koordinasi dengan pihak penabrak sejak 22 Januari 2026.

Proyek Rp27 Miliar

Proyek senilai sekitar Rp27 miliar ini merupakan ganti rugi dari pemilik kapal penabrak, sekaligus upaya memperkuat sistem pengaman jembatan.

“Pemancangan fender di Jembatan Mahakam I Samarinda sudah mulai dikerjakan. Rapat dengan pihak yang menabrak sudah dilakukan sejak 22 Januari 2026 lalu. Target pengerjaan sekitar empat bulan atau April 2026. Saat ini baru satu titik yang sudah mulai dipancang,” ungkapnya, Rabu (28/1/2026).

Baca juga: Dikebut, Pembangunan Fender Jembatan Mahakam Samarinda Rampung April 2026

Fender yang Lebih Besar dan Kuat

Ia menyebutkan, pembangunan fender kali ini dilakukan dengan spesifikasi lebih besar dan lebih kuat dibanding pelindung lama.

Total terdapat 12 titik pemancangan yang akan membentuk satu sistem pelindung pilar jembatan.

“Awalnya enam titik, tetapi dalam pelaksanaannya menjadi 12 titik pancang. Satu fender yang dibangun ini luasannya lebih besar dari yang lama. Teknisnya ditangani konsultan, dan jadwal pekerjaan sudah disusun dengan estimasi sekitar empat bulan,” sambung Ilyas.

Seluruh pembiayaan proyek ditanggung oleh pihak penabrak melalui mekanisme ganti rugi yang dikontrakkan lewat perusahaan asuransi PT Mitra 7 Samudra.

Adapun kontraktor pelaksana pekerjaan adalah PT Naviri Multi Konstruksi, dengan konsultan pengawas PT AW Efendi Geostruk Indonesia.

Alasan Pekerjaan Sempat Tertunda

Team Leader Core Team P2JN BBPJN Kaltim, Aco Wahyudi Efendi, menambahkan bahwa rencana pembangunan fender sebenarnya telah disusun sejak Oktober 2025.

Namun, pelaksanaan di lapangan sempat tertunda akibat keterbatasan material dan padatnya lalu lintas pelayaran di Sungai Mahakam.

“Material pipa pancang baja tidak tersedia di Samarinda, sehingga harus didatangkan dari Pulau Jawa. Material baru tiba awal Desember 2025, jadi pemancangan baru bisa dilakukan setelah adanya bahan tersebut,” beber Aco.

Selain kendala material, faktor keselamatan pelayaran juga menjadi perhatian utama.

Kantor Kesyahbandaran dan Otoritas Pelabuhan (KSOP) sempat menunda pekerjaan karena adanya aktivitas penggolongan kapal di Sungai Mahakam. 

Baca juga: 18 Tambatan Ilegal di Sungai Mahakam Bakal Ditertibkan, Pengolongan 24 Jam Diberlakukan Minggu Depan

Setelah koordinasi intensif dengan berbagai pemangku kepentingan, pekerjaan akhirnya mendapat izin.

“Pemancangan baru bisa dimulai sekitar tiga hari lalu, tepatnya hari Sabtu (24/1/2026), setelah ada izin dan pengaturan lalu lintas sungai,” imbuhnya.

Berdasarkan dokumen Progres dan Dokumentasi Mingguan Proyek Fender Mahakam 2025, hingga 4 Januari 2026 realisasi pekerjaan telah mencapai 46,758 persen, jauh melampaui rencana awal sebesar 13,429 persen, dengan deviasi positif sekitar 33,330 persen.

Progres tersebut meliputi pengadaan pipa pancang baja dan plat baja, serta pabrikasi pembesian.

Pantauan di lapangan menunjukkan metode pemancangan dilakukan di atas air dengan bantuan kapal ponton.

Urutan Pekerjaan

Urutan pekerjaan dikerjakan bertahap, dimulai dari sisi tengah sungai menuju sisi darat.

Setiap titik pemancangan meliputi pemasangan tiang, pengeboran (bored pile), pemasangan tulangan isian pancang, hingga pengecoran, dengan durasi sekitar dua hari per titik.

Setelahnya, dipasang bracing atau pengaku untuk menambah kekakuan dan stabilitas struktur.

Fender yang dipasang memiliki diameter sekitar 1,1 meter, dilengkapi rubber fender serta struktur atas berupa plat baja dan sistem pengaku.

Estimasi Selesai Akhir April

Selama pengerjaan, jam kerja dibatasi dan disesuaikan dengan arus lalu lintas sungai, yakni pukul 08.00–12.00 dan 14.00–18.00, demi menjaga keselamatan pelayaran.

“Estimasi penyelesaian proyek sekitar akhir April 2026. Pengaturan jam kerja dan pergerakan ponton dilakukan ketat agar tidak mengganggu lalu lintas kapal di Sungai Mahakam,” tandas Aco. (*)

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.