TRIBUN-MEDAN.com, MEDAN – Ketua Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Kota Medan, Aswindy Fachrizal, menggelar silaturahmi bersama para mantan pemain PSMS Medan di Garpo Cafe, Kota Medan, Kamis (29/1/2026).
Dalam pertemuan tersebut, hadir Ketua Mantan PSMS Medan, Abdul Rahman Gurning, yang didampingi sejumlah legenda Ayam Kinantan seperti Iwan Karo-Karo, Badia Raja, Arianto, dan Suryadi.
Turut hadir pula mantan Ketua Askot PSSI Medan, Nanda Ramli.
Silaturahmi ini menjadi momentum penting untuk mempererat hubungan antara KONI Kota Medan dengan para legenda PSMS, sekaligus menjadi ruang diskusi terkait upaya membangkitkan kembali kejayaan sepak bola Kota Medan, khususnya PSMS Medan yang saat ini masih berjuang di kompetisi Pegadaian Championship musim 2025/2026.
Ketua KONI Kota Medan, Aswindy Fachrizal, menjelaskan bahwa pertemuan tersebut bertujuan menjaga tali silaturahmi serta menyerap masukan dari para mantan pemain yang telah banyak berjasa bagi sepak bola Medan.
Selain itu, pertemuan ini juga membahas arah dan kemajuan olahraga di Kota Medan, dengan fokus utama pada cabang olahraga sepak bola.
Aswindy mengaku bangga dan senang dapat bertatap muka langsung dengan para legenda PSMS.
Menurutnya, pertemuan tersebut menjadi motivasi besar dalam menjalankan tugasnya sebagai Ketua KONI Medan.
“Silaturahmi hari ini membuat saya sangat bangga dan senang bisa bertemu dengan mantan-mantan PSMS Medan. Masukan dari para senior tentu sangat berarti bagi kami untuk mengembangkan dan memajukan olahraga di Kota Medan, khususnya sepak bola,” ujar Aswindy dalam keterangan resminya, Kamis (29/1/2026).
Ia menegaskan memiliki ekspektasi besar terhadap perkembangan cabang olahraga sepak bola di Medan.
Aswindy berharap, melalui kolaborasi dan gagasan dari para legenda PSMS, kejayaan sepak bola Medan yang pernah dikenal di tingkat nasional dapat kembali bangkit.
“PSMS memiliki sejarah besar. Dulu Medan dikenal dengan prestasi sepak bolanya. Harapan kami ke depan, khususnya cabang olahraga sepak bola, bisa kembali maju dan kejayaannya bangkit,” katanya.
Sementara itu, Ketua Mantan PSMS Medan, Abdul Rahman Gurning, menyampaikan apresiasi atas perhatian dan dukungan Ketua KONI Medan terhadap berbagai program yang akan dijalankan komunitas mantan PSMS.
Ia mengungkapkan bahwa pihaknya tengah merancang program turnamen sepak bola sebagai langkah awal membangun kembali fondasi PSMS Medan, dimulai dari pembinaan usia muda.
“Pertama-tama kami mengucapkan terima kasih kepada Ketua KONI Medan yang telah memberikan dukungan. Kami berencana melaksanakan program turnamen yang nantinya berada di bawah naungan Pemerintah Kota Medan, dan dukungan tersebut tentu sangat kami apresiasi,” tutur Abdul Rahman.
Menurutnya, turnamen tersebut direncanakan melibatkan pemain usia 17 hingga 19 tahun.
Ke depan, tidak menutup kemungkinan juga akan menyasar kategori senior sebagai bagian dari pembinaan berjenjang.
Program tersebut diharapkan menjadi wadah pencarian bibit-bibit potensial sepak bola Kota Medan, sekaligus langkah awal membangun kembali kekuatan PSMS Medan.
“Kami melihat kondisi PSMS saat ini masih terpuruk di Liga 2. Karena itu, kebangkitan harus dimulai dari bawah. Melalui turnamen ini, kami ingin mencari bibit-bibit muda agar perkembangan PSMS bisa dimulai kembali,” jelasnya.
Abdul Rahman juga berharap adanya dukungan penuh dari berbagai pihak, mulai dari KONI Kota Medan, Pemerintah Kota Medan, hingga Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora) Medan.
“Kami sangat berharap adanya kerja sama dari semua pihak untuk perkembangan olahraga di Kota Medan, terutama cabang sepak bola,” pungkasnya.
(Cr29/tribun-medan.com)