SOSOK Zainab Dokter Spesialis Saraf di Sulbar Akan Ikut Dampingi Jamaah Haji Indonesia di Tanah Suci
January 29, 2026 06:47 PM

 

 


TRIBUN-SULBAR.COM, MAMUJU - Sosok dr. Sitti Zainab Zainuddin, Sp.S., M.Kes, dokter spesialis saraf yang sehari-hari bertugas di RSUD Provinsi Sulawesi Barat (Sulbar).

Sitti terpilih menjadi bagian dari Petugas Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) Arab Saudi 1447 H/2026 M.

Impiannya dahulu semasa kecil menjadi Polisi wanita (Polwan).

Baca juga: Polisi Tangkap Pencuri Honda CRF di Majene, Pelaku Ngaku Lihat Motor Tak Terkunci Leher Lalu Diambil

Baca juga: MBG Tetap Jalan Selama Bulan Puasa

Namun nasib membawanya menjadi seorang dokter.

Impiannya mungkin tidak terwujud secara harfiah, tetapi semangat pengabdian dan kedisiplinan itu kini ia salurkan melalui jalur medis.

Secara fisik, ia memiliki perawakan yang proporsional dan sigap, mencerminkan sosok yang terbiasa dengan ritme kerja rumah sakit yang dinamis.

Wajahnya yang ramah dibingkai jilbab yang tertata rapi, serasi dengan seragam yang dikenakannya. 

Matanya tampak fokus, menunjukkan ketelitian seorang spesialis saraf, namun tetap menawarkan senyum yang menenangkan bagi siapa pun yang berinteraksi dengannya. 

Jejak Akademik

Lahir di Palanro (Sulsel) pada 3 Juni 1982, perjalanan pendidikan dr. Zainab berakar kuat di Sulawesi Selatan dan Barat. 

Ia merupakan alumnus Fakultas Kedokteran Universitas Hasanuddin (Unhas). 

Tak berhenti di situ, ia melanjutkan Program Pendidikan Dokter Spesialis Bagian Neurologi di kampus yang sama dan menyelesaikannya pada 2014.

Sebelum dikenal sebagai spesialis saraf terkemuka di Mamuju, dr. Zainab telah mencecap pahit manis pengabdian di pelosok. 

Ia pernah bertugas sebagai Dokter PTT di Puskesmas Malunda dan Ulumanda, wilayah yang menuntut ketangguhan mental dan fisik.

Saat ini, kesibukannya terbagi antara RSUD Provinsi Sulbar, RS Punggawa Malolo, hingga praktik mandiri di Klinik Hayyat Medical Center. 

Tak hanya klinis, ia juga aktif di organisasi sebagai Sekretaris IDI Cabang Mamuju selama dua periode (2018-2025) dan pengurus IDI Wilayah Sulbar.

Misi di Bandara dan Wukuf di Arafah

Keputusan dr. Zainab untuk bergabung dengan PPIH Layanan Kesehatan bukan tanpa alasan. 

Ia ingin menyumbangkan keahliannya di bidang saraf, bidang yang sangat krusial mengingat banyak jemaah haji lansia yang rentan terhadap gangguan neurologis akibat kelelahan atau dehidrasi.

"In syaa Allah, rencana akan bertugas di Daerah Kerja (Daker) Bandara dan wilayah Arafah," ungkapnya kepada Tribun-Sulbar.com, Kamis (29/1/2026).

Area Bandara memerlukan kecepatan respons medis bagi jemaah yang baru tiba, sementara Arafah adalah titik puncak haji yang sangat menguras fisik. 

Sebagai dokter spesialis saraf, perannya akan sangat vital dalam menangani kasus-kasus darurat di lapangan.

Setelah menyelesaikan berbagai rangkaian diklat dan pelatihan ketat bagi petugas PPIH, dr. Zainab dijadwalkan akan bertolak ke Arab Saudi pada pertengahan April 2026.(*)

Laporan Wartawan Tribun-Sulbar.com, Suandi 

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.