Ibu Korban Pemerkosaan 2 Oknum Polisi Mengadu ke DPRD Kota Jambi
January 29, 2026 08:11 PM

TRIBUNJAMBI.COM, JAMBI – Dugaan kasus pemerkosaan yang menimpa seorang remaja perempuan di Kota Jambi menyita perhatian publik.

Ibu korban berinisial M mendatangi DPRD Kota Jambi untuk meminta pendampingan serta mendorong percepatan penuntasan proses hukum atas kasus yang menimpa anaknya.

M mengungkapkan, anak perempuannya berinisial C (18) diduga menjadi korban pemerkosaan oleh empat orang pelaku. Dari jumlah tersebut, dua orang di antaranya diduga merupakan oknum anggota kepolisian.

Ia menuturkan, kondisi psikologis anaknya saat ini sangat memprihatinkan pascakejadian tersebut. Korban disebut mengalami trauma berat dan cenderung menarik diri dari lingkungan sekitar.

“Anak saya sekarang tidak mau keluar dari kamar, mengurung diri. Dia bahkan sempat curhat kepada temannya ingin mengakhiri hidupnya,” ungkap M saat ditemui di DPRD Kota Jambi, Kamis (29/1/2026).

M mengaku sangat terpukul melihat kondisi anaknya. Ia menyebut telah melaporkan dugaan kasus tersebut ke Polda Jambi pada 6 Januari 2026 dan berharap proses hukum dapat segera berjalan hingga tuntas.

“Saya ingin secepatnya. Saya mohon bantuannya agar kasus ini segera diselesaikan,” ujarnya.

Sementara itu, Ketua DPRD Kota Jambi, Kemas Faried Alfarelly, menyatakan pihaknya telah berkoordinasi dengan Unit Pelaksana Teknis Daerah (UPTD) Dinas Pemberdayaan Masyarakat, Perempuan, dan Perlindungan Anak (DPMPPA) Kota Jambi untuk memberikan pendampingan psikologis kepada korban.

“Kami akan melakukan koordinasi pendalaman terkait kondisi mental korban. Nantinya akan ada psikolog yang datang langsung ke rumah korban,” ujarnya.

Kemas menegaskan, DPRD Kota Jambi mendorong agar kasus tersebut dikawal secara serius dan diserahkan sepenuhnya kepada aparat penegak hukum untuk ditangani secara profesional dan transparan.

“Kami berharap kepada Bapak Kapolda dan Kapolri, karena ini diduga melibatkan oknum anggota kepolisian serta pihak sipil, agar kasus ini benar-benar dikawal dan diselesaikan dengan baik,” ungkapnya.

Ia juga menyebut bahwa kasus tersebut menjadi perhatian serius karena berpotensi mencoreng citra daerah.

“Ini menjadi catatan bagi kita semua. Peristiwa seperti ini cukup mencoreng nama Kota Jambi dan Provinsi Jambi, apalagi sempat menjadi perhatian publik,” ujarnya.
(Tribunjambi.com/M Yon Rinaldi)

Baca juga: Top 7 Jambi Hari Ini, Cara Main Broker Proyek Alat Praktik SMK Disdik Jambi Rugikan Rp21 M

 

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.