SURYAMALANG.COM, BATU - Untuk menjaga kelestarian Sumber Umbul Gemulo yang ada di Desa Bulukerto, Kecamatan Bumiaji, Kota Batu, Pemkot Batu akan menyiapkan langkah konservasi.
Sumber air yang dibuka untuk wisata dan sehari-harinya dimanfaatkan untuk memasak, minum, mandi hingga mengairi sawah oleh sebagian besar warga Kota Batu itu, nantinya menurut Wakil Wali Kota Batu, Heli Suyanto, akan dilakukan konservasi dan tata kelola pengelolaan air yang melibatkan masyarakat.
Hal itu disampaikan Heli Suyanto saat koordinasi Himpunan Penduduk Pemakai Air Minum (HIPPAM) dan Pengelolaan Sumber Mata Air Wilayah Bumiaji di Balai Desa Bumiaji, Kamis (29/1/2026).
“Ini forum penting untuk mendengar langsung aspirasi masyarakat dan mencari jalan keluar bersama agar pengelolaan sumber mata air Umbul Gemulo tetap lestari dan memberi manfaat jangka panjang,” kata Heli Suyanto kepada SURYAMALANG.COM, Kamis (29/1/2026).
Baca juga: Penahanan Ijazah di Kota Batu, Pemkot Fasilitasi 5 Tenaga Kerja untuk Mendapatkan Ijazahnya Kembali
Heli Suyanto menyatakan, Pemkot Batu telah mengambil langkah konkret dengan mengalihkan kartu inventaris barang (KIB) aset pemerintah seluas sekitar 6.000 meter persegi di kawasan sumber mata air Umbul Gemulo untuk fungsi konservasi.
Area tersebut membentang dari Taman Kenanga hingga depan kawasan Hotel Purnama, yang kini dikelola oleh Dinas Lingkungan Hidup (DLH) dan tidak dimanfaatkan untuk fungsi lain selain pelestarian lingkungan dan ruang terbuka hijau.
“Ini bentuk komitmen pemerintah menjadikan Umbul Gemulo sebagai kawasan tangkapan air dan area konservasi."
"Kami ingin sumber mata air ini tetap terjaga dan bisa diwariskan kepada anak cucu,” ujarnya.
Pemkot juga mendorong peningkatan pelayanan Perumdam Among Tirto agar lebih cepat tanggap terhadap kebutuhan dan aduan masyarakat.
Ia membuka peluang pembentukan forum-forum lanjutan, termasuk penataan jaringan pipa, agar pengelolaan air lebih tertib dan berkeadilan.
Dalam pertemuan tersebut, masyarakat dan pengelola HIPPAM turut menyampaikan masukan, di antaranya usulan agar lahan milik swasta di sekitar sumber mata air dapat dibeli pemerintah demi menjaga fungsi kawasan tetap sebagai area resapan.
Menurut Heli Suyanto, berbagai masukan tersebut akan menjadi bahan pertimbangan Pemkot Batu dalam pengambilan kebijakan ke depan.
“Tujuan kami jelas, kami ingin meninggalkan sumber mata air untuk generasi mendatang, bukan meninggalkan air mata."
"Karena itu, kolaborasi pemerintah dan masyarakat menjadi kunci,” jelasnya.
Seperti diketahui sebelumnya, Sumber Umbul Gemulo sempat dikaitkan dengan program Makan Bergizi Gratis (MBG).
Saat itu ada penolakan dari masyarakat terkait rencana pembangunan Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) di dekat Sumber Umbul Gemulo, karena dikhawatirkan mencemari sumber air, dan berakhir batal dibangun di sana.
Baca juga: Upacara di Umbul Gemulo Kota Batu, Cara Unik Warga dan Walhi Jatim Rayakan HUT Kemerdekaan RI