Siapkan Berbagai Langkah Genjot Penerimaan, 2026, Target PAD Belitung Timur Rp138 Miliar
January 29, 2026 08:40 PM

MANGGAR, BABEL NEWS - Pemerintah Kabupaten Belitung Timur menargetkan pendapatan asli daerah (PAD) di tahun 2026 ini sebesar Rp138.321.181.136. Jumlah ini meningkat sebesar 6,4 persen dari tahun 2025 sekitar Rp130 miliar. 

Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Badan Pengelolaan Keuangan dan Pendapatan Daerah (BPKPD) Belitung Timur, Ira Elvira Kirana mengatakan, target tersebut sudah melalui persetujuan dari Tim Anggaran Pemerintah Daerah dan Badan Anggaran DPRD Belitung Timur. Ia pun optimistis target PAD di tahun ini dapat tercapai.

Pihaknya sudah menyiapkan berbagai langkah untuk menggenjot penerimaan bagi daerah tersebut. Mulai dari mengupayakan penerimaan dari Bea Perolehan Hak atas Tanah dan Bangunan (BPHTB), memaksimalkan Pajak Bumi dan Bangunan (PBB) serta Pajak Mineral Bukan Logam dan Batuan (MBLB). 

"Ya semuanya ingin kita maksimalkan. Mudah-mudahan semuanya dapat meningkat di tahun ini," ujar Ira Elvira Kirana dalam rilis Diskominfo Belitung Timur, Kamis (22/1).

Ia mengakui, BPKPD juga terus melakukan upaya jemput bola ke setiap kecamatan dan wajib pajak di desa. Termasuk pula sosialisasi yang dilaksanakan secara terus menerus agar wajib pajak paham dan melaksanakn tugasnya bagi pembangunan daerah. 

Berbagai inovasi terus dilakukan demi peningkatan pelayanan bagi kemudahan pembayaran. Tidak hanya menggandeng bank pembangunan daerah, bank BUMN serta swasta juga akan dilibatkan agar wajib pajak lebih mudah melakukan pembayaran. 

"Kan banyak juga wajib pajak kita yang berada di luar daerah. Maka kalau kita kerja sama dengan perbankan swasta atau yang tergabung di Bank Himbara akan makin memudahkan," jelas Ira Elvira Kirana.

Dirinya juga ingin agar penerimaan dari retribusi daerah juga meningkat signifikan, terutama dari pemanfaatan aset daerah. Misanya, dari retribusi gedung olahraga, stadion, bus, ataupun aset-aset lain yang dikelola oleh OPD pengampu retribusi di Pemkab Belitung Timur.

"Jadi tidak hanya stagnan dari tahun ke tahun tanpa ada daya ungkit dan progres positif. Kita sudah menetapkan peraturan daerahnya, jadi seharusnya setiap OPD pengampu dapat berkontribusi penuh  untuk memaksimalkan pendapatan bagi daerah," katanya.

Capaian realisasi
Diketahui, realisasi PAD Kabupaten Belitung Timur tahun 2025 mencapai Rp123.549.082.742,35. Jumlah capaian itu belum mencapai target yang ditetapkan yakni Rp130 miliar atau mencapai 94,4 persen.

Secara persentase, pencapaian realisasi dari target PAD tahun 2025 memang tidak tercapai, tetapi secara angka, pencapaian realisasi PAD tahun 2025 ini meningkat sebesar Rp23.694.052.297,00 dibandingkan realisasi tahun 2024. Salah satu objek tambahan penyumbang pajak di tahun 2025 adalah dari opsen PKB dan BBNKB di mana pemberlakuannya mulai tahun 2025.

"Mudah-mudahan atas semua upaya ekstensifikasi dan instensifikasi pajak yang dilakukan akan menunjukkan tren positif untuk peningkatan realisasi PAD di tahun ini dan di tahun-tahun mendatang," harap Ira Elvira Kirana.

Sementara itu di satu sisi, ia menyatakan dari target yang belum tercapai pada 2025 lalu salah satunya ada beberapa potensi pajak yang belum tersisir yaitu pemasukan dari BPHTB. Padahal nilainya cukup signifikan untuk mendongkrak pendapatan daerah.

"Karena banyak produk sertifikat gratis yang diberikan kepada masyarakat, namun kewajiban BPHTB-nya belum selesai. Kebanyakan mereka memenuhi kewajibannya pada saat mereka akan melakukan transaksi jual beli," jelas Ira Elvira Kirana.

Pihaknya terus melakukan optimalisasi, dimulai dari sosialisasi dan imbauan untuk taat atas kewajiban pajak daerah, pendataan, penagihan sampai kepada pembayaran pajak daerah. "Selain itu, BPKPD juga akan terus melakukan upaya penagihan terhadap wajib-wajib pajak yang masih memiliki utang pajak daerah yang belum dibayarkan," tambahnya. (*/dol)

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.