Tertipu AI, Turis Cari Tempat Wisata yang Tidak Pernah Ada
GH News January 29, 2026 09:09 PM
Hobart -

Sebuah situs operator tur di Tasmania dibuat pusing karena Artificial Intelligence (AI). Tiba-tiba, banyak turis yang mencari sebuah tempat wisata yang tidak ada.

Scott Hennessey, pemilik Australian Tours and Cruises yang mengoperasikan Tasmania Tours, yang berbasis di New South Wales, menerima rekomendasi wisata viral. Tempat itu bernama Weldborough Hot Springs, seperti dikutip pada Kamis (29/1/2026).

Weldborough adalah kota pedesaan kecil di Tasmania, sekitar 110 kilometer dari kota Launceston. Weldborough Hot Springs dikatakan sebagai wisata healing yang damai di hutan timur laut Tasmania, surga untuk pendaki.

Setelah diselidiki, Weldborough Hot Springs tidak pernah ada. Destinasi itu dibuat oleh AI.

"AI kami telah membuat kesalahan total," uja Hennessey.

Awalnya, perusahaan itu menyerahkan materi pemasaran kepada pihak ketiga. Berusaha untuk bersaing dan menyajikan konten baru, materi pencarian dibuat dengan AI.

Rekomendasi Weldborough Hot Springs muncul di situs blog operator itu. Banyak turis yang penasaran sehingga membuat pencarian akan destinasi itu viral.

Melihat ini, Hennessy langsung menghapus rekomendasi itu. Namun, ketenaran mata air palsu ini terus berlanjut.

Kristy Probert, pemilik Hotel Weldborough setempat, mengatakan kepada CNN bahwa ia bingung ketika para turis mulai bertanya kepadanya tentang mata air panas pada bulan September.

"Awalnya hanya beberapa panggilan, tetapi kemudian orang-orang mulai berdatangan dalam jumlah besar. Saya mungkin menerima lima panggilan telepon sehari, dan setidaknya dua hingga tiga orang datang ke hotel untuk mencari destinasi itu," kata Probert.

Probert sampai punya jurus untuk menjawab mereka yang mencari Weldborough Hot Springs.

"Jika Anda dapat menemukan mata air panas ini, saya akan mentraktir bir," jawabnya.

Anne Hardy, profesor adjunkt di bidang pariwisata di Southern Cross University, Australia, mengatakan bahwa AI telah menjadi alat pencarian umum dalam perjalanan dan pariwisata. Sekitar 37% wisatawan menggunakan AI untuk saran perjalanan atau rencana perjalanan.

"Wisatawan lebih mempercayai AI daripada situs ulasan," katanya.

Operator tur mulai menggunakan AI untuk blog dan materi pemasaran, selain itu juga untuk rencana perjalanan dan perhitungan biaya.

"AI bisa sangat membantu. Ini menghemat waktu dan uang," katanya.

Namun, ia memperingatkan bahwa AI juga dapat menciptakan ketidakakuratan atau halusinasi, seperti mata air panas Weldborough atau Weldborough Hotsprings.

Menurut Hardy, penelitian pariwisata empiris menunjukkan 90% rencana perjalanan yang dihasilkan AI mengandung kesalahan.

"Saya telah menyaksikan banyak kasus di mana AI memberikan saran untuk pendakian sehari, yang sangat tidak akurat, mulai dari panjang pendakian, tingkat kesulitannya, atau kondisi cuaca," katanya kepada CNN.

Bonauli
Jurnalis detikcom
© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.