TRIBUNGORONTALO.COM — Pemerintah China mengeksekusi mati 11 anggota satu keluarga mafia yang terbukti membunuh 14 warga negara China serta mengendalikan sindikat kejahatan bernilai lebih dari 1 miliar dolar AS atau setara sekitar Rp15 kuadriliun.
Eksekusi tersebut diumumkan otoritas setempat pada Kamis pagi.
Kesebelas terpidana berasal dari keluarga Ming, termasuk di antaranya Ming Guoping, Ming Zhenzhen, Zhou Weichang, Wu Hongming, dan Luao Jianzhang.
Mereka sebelumnya dijatuhi hukuman mati oleh Pengadilan Rakyat Menengah Kota Wenzhou pada September lalu atas berbagai kejahatan berat.
Selain pembunuhan, para terdakwa juga dinyatakan bersalah atas penahanan ilegal, penipuan skala besar, serta menjalankan jaringan kriminal lintas negara yang terorganisasi.
Baca juga: Pemkot Gorontalo Putar Otak Cari Lahan 5 Hektar Bangun Sekolah Rakyat
Pengadilan menyatakan eksekusi dilakukan setelah permohonan banding para terpidana ditolak, sehingga putusan hukuman mati berkekuatan hukum tetap.
Informasi eksekusi ini disampaikan secara resmi melalui pernyataan pengadilan dan dikonfirmasi media pemerintah China, CCTV.
Kelompok kriminal keluarga Ming diketahui telah ditahan sejak 2013, setelah otoritas China menekan aparat di wilayah perbatasan dengan Myanmar untuk memberantas maraknya praktik penipuan lintas negara.
Sindikat ini disebut berkaitan dengan fenomena “scam park”, kawasan operasi penipuan yang berkembang pesat di Asia Tenggara, khususnya di Myanmar, Kamboja, dan Laos.
Praktik tersebut telah menjelma menjadi industri kejahatan berskala besar dan menimbulkan korban lintas negara.
Militer Myanmar sebelumnya mengklaim bahwa patriark keluarga Ming, Ming Xuechang, mengakhiri hidupnya sendiri pada 2023 untuk menghindari penangkapan aparat.
Dalam beberapa tahun terakhir, negara-negara di kawasan Asia Tenggara menghadapi tekanan internasional yang semakin besar, terutama dari China,
Amerika Serikat, dan negara lain, untuk menindak tegas jaringan kriminal transnasional.
China sendiri dikenal sebagai negara dengan jumlah eksekusi mati terbanyak di dunia.
Dalam sejumlah tahun, jumlah eksekusi di China bahkan dilaporkan melebihi gabungan eksekusi di seluruh negara lain.
Kasus keluarga Ming kembali menegaskan sikap keras Beijing terhadap kejahatan terorganisasi, khususnya yang melibatkan penipuan lintas negara dan pelanggaran hak asasi berat.