BREAKING NEWS: Seorang Pria di Boawae Nagekeo Tewas Ditikam di Kebun
January 29, 2026 10:47 PM

Laporan Reporter TRIBUNFLORES.COM, Albert Aquinaldo

TRIBUNFLORES.COM, MBAY – Kasus penikaman hingga merenggut nyawa  terjadi di wilayah Kabupaten Nagekeo, Pulau Flores, Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT). 

Peristiwa tragis ini terjadi pada Kamis (29/1/2026) pagi di Kecamatan Boawae.

Insiden berdarah tersebut terjadi di sebuah pondok atau rumah kebun milik BW (55) yang berlokasi di Sabinage, RT 07, Desa Raja Timur, Kecamatan Boawae. 

Akibat kejadian itu, seorang pria berinisial DJ (69), warga Wala Ae E’a, RT 04, Desa Raja, Kecamatan Boawae, meninggal dunia setelah sempat mendapat perawatan medis di Rumah Sakit (RS) Pratama Raja.

Baca juga: BREAKING NEWS: Seorang Siswa SD di Ngada Ditemukan Tewas di Pohon Cengkeh

Berjalan Keliling Pondok

Kapolsek Boawae, Ipda Ferdi Leonard Mina Belo, kepada TribunFlores.com, Kamis (29/1/2026) malam, menjelaskan kronologi kejadian berdasarkan hasil penyelidikan awal (pulbaket) dan olah tempat kejadian perkara (TKP) oleh anggota Polsek Boawae.

Peristiwa bermula pada Kamis pagi sekitar pukul 06.45 Wita. 

Saat itu, terduga pelaku BW berangkat dari rumah menuju kebun untuk beraktivitas seperti biasa. 

Setibanya di pondok kebun, terduga pelaku berjalan ke arah samping kiri pondok. 

Tidak lama kemudian, korban DJ datang dan langsung memegang kedua tangan terduga pelaku.

Keduanya kemudian terlibat saling dorong hingga ke arah teras pondok. 

Dalam situasi tersebut, BW (red: terduga pelaku) sempat mengatakan, “kita omong baik-baik dulu”. 

Namun korban justru berteriak memanggil anaknya. 

Beberapa saat kemudian, anak korban tiba di lokasi dan berusaha melerai pertikaian antara korban dan terduga pelaku.

Merasa tertekan dalam situasi tersebut, terduga pelaku secara spontan mengambil sebilah pisau yang berada di atas bale-bale tepat di belakangnya. 

Pisau itu kemudian digunakan untuk menusuk korban ke arah paha kiri. 

Akibat tusukan tersebut, korban mengalami luka serius dengan pendarahan hebat.

Melihat darah menyembur, anak korban langsung merampas pisau dari tangan terduga pelaku.

Dalam proses perebutan pisau itu, terduga pelaku mengalami luka pada telapak tangan.

Setelah berhasil mengamankan pisau, anak korban segera berlari ke arah jalan negara untuk mencari pertolongan. 

Di sekitar Pasar Raja, saksi 1 bertemu dengan beberapa warga yang kemudian ditetapkan sebagai saksi 2, saksi 3, dan saksi 4. 

Keempat saksi tersebut kemudian kembali ke TKP dan bersama-sama mengevakuasi korban ke RSU Pratama Raja, rumah sakit terdekat dari lokasi kejadian.

Namun nahas, setibanya di RSU Pratama Raja dan saat tenaga medis melakukan tindakan medis, korban dinyatakan meninggal dunia oleh dokter.

Sementara itu, pada saat anak korban mencari pertolongan, terduga pelaku melarikan diri ke arah belakang pondok menuju rumah seorang warga bernama Fridus Ceme yang berjarak sekitar 500 meter dari TKP. 

Kepada Fridus Ceme, terduga pelaku meminta diantarkan ke Polsek Boawae guna mencari perlindungan diri sekaligus melaporkan peristiwa penikaman tersebut.

Hingga kini, pihak kepolisian masih mendalami motif dan latar belakang kejadian, termasuk dugaan persoalan tanah yang menjadi pemicu pertikaian antara korban dan terduga pelaku. (Bet)

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.