TRIBUNNEWS.COM - Pihak Denada menegaskan selama ini telah mencurahkan kasih sayang hingga membiayai sekolah Ressa Rizky Rossano.
Polemik dugaan penelantaran anak yang menyeret pedangdut Denada perlahan mulai terungkap.
Denada yang diwakili kuasa hukumnya, Muhammad Ikbal menegaskan selama ini tidak pernah tidak menganggap Ressa sebagai anak.
Ia mengaku rutin mencurahkan kasih sayang bahkan membiayai sekolah Ressa.
"Pertama, Denada itu tidak pernah tidak menganggap Ressa itu sebagai anak. Garis bawahi itu!" tegas Ikbal, dikutip dari YouTube Cumicumi, Jumat (30/1/2026).
"Yang kedua, kasih sayang tetap dicurahkan, biaya-biaya tetap dipenuhi. Enggak kurang-kurang, sekolah juga," imbuhnya lagi.
Pengacara mantan istri Jerry Aurum tersebut juga mengeklaim memiliki bukti mentransfer Ressa sejumlah uang, bahkan di bulan Januari ini.
"Saya itu punya bukti transfernya kemarin itu Januari tetap dikirimin ya," tukas Ikbal.
Terkait pengakuan pihak Ressa yang membantah dibiayai, bahkan sama sekali tidak dianggap anak oleh Denada, Ikbal mengaku tak nyambung dengan kuasa hukum Ressa.
"Saya itu memang nggak pernah nyambung secara dalam kasus ini sama pihak kuasa hukumnya penggugat."
"Cuma gini, apabila semua sudah dipenuhi sama pihaknya Mbak Denada maupun Bunda Emilia, sudah dipenuhi materi, kasih sayang, semua sudah dikasih. Yang ingin saya tanyakan, terus drama apa ini? Kan gitu," ujarnya.
Baca juga: Denada Akui Ressa sebagai Anak, Kuasa Hukum Singgung Kemungkinan Damai setelah Mediasi Gagal
Sebelumnya, Ressa Rizky Rossano, pemuda asal Banyuwangi, Jawa Timur yang mengeklaim dirinya anak yang ditelantarkan Denada akhirnya muncul ke publik.
Pemuda 24 tahun itu menyesalkan iktikad Denada terhadap keluarga yang sudah mengasuhnya sejak kecil.
Ia hanya meminta keadilan dan pengakuan dari mantan istri Jerry Aurum itu.
Ressa sendiri telah menggugat Denada ke Pengadilan Negeri Banyuwangi atas tuduhan itu.
Pihaknya, diwakili sang kakak ipar, Ronald, membuka cerita di masa lalunya.
Termasuk bagaimana perlakuan ibu Denada yang juga merupakan nenek Ressa, Emilia Contessa semasa hidup.
Saat hadir di podcast Denny Sumargo, Ronald menceritakan asal-usul Ressa.
"Cikal bakal kenapa ini terblow up itu sebetulnya permasalahannya ketika dia sudah mulai mencari tahu asal-muasal jati dirinya," ungkap Ronald, dikutip dari YouTube Denny Sumargo, Kamis (29/1/2026).
"Ya karena dia sudah mulai tumbuh, sudah besar otomatis rasionya kan sudah mulai jalan ya. Ada selentingan-selentingan informasi, ya dia sendiri mencari dan menggali kebenaran informasi itu," seloroh Ronald.
Di momen itu, Ressa yang juga hadir menjelaskan posisi Emilia Contessa yang sebenarnya adalah neneknya, tetapi dipanggil Bunda dalam statusnya sebagai Bude.
Baca juga: Lisa Mariana hingga Nikita Mirzani Ikut Hujat Denada Imbas Dugaan Telantarkan Anak
"Emilia Contessa minta dipanggil Bunda. Bude, bude itu (tante) kakak," jawab Ressa.
Menyahut Ressa, Ronald melanjutkan ceritanya.
Termasuk bagaimana Emilia memperkerjakan Ressa, yang notabene cucu kandungnya sebagai sopir pribadi.
"Nah, Ressa ini sering diajak sama bundanya (Emilia) waktu itu. Apalagi ketika Bunda itu masih mencalonkan diri sebagai anggota dewan, itu (Ressa) pernah dipekerjakan sebagai sopirnya," ungkap Ronald.
"Digaji nggih?" tanya Densu.
Membenarkan, Ronald mengungkapkan nominal gaji tersebut.
"(Digaji) Rp2 juta per bulan," sahut Ronald.
Tak ingin disalahpahami, Ronald menguraikan terkait gaji itu.
"Dan kenapa saya harus garis bawahi bahwa itu memang dia digaji, biar nanti tidak ada kesalahan mis-persepsi dari publik bahwa seakan-akan Budenya sudah menafkahi dia gitu loh," terang pria berkepala plontos ini.
Dalam kesempatan tersebut, Ressa secara terbuka menyampaikan pesan yang ditujukan langsung kepada Denada.
“Ibu (Denada), kan ini masalahnya biar enggak tambah panjang, Ressa mintanya ya cepat diakuin gitu,” ujar Ressa, dikutip Tribunnews, Selasa (27/1/2026).
Ia kemudian menyinggung bagaimana Denada membela A (nama anak Denada) ketika sakit leukimia, yang menurutnya berbanding terbalik dengan perlakuan yang ia terima.
“Kenapa kok maksudnya, A yang ada sakit kayak gitu, dibelain Ibu sampai Ibu sejatuh-jatuhnya.”
Meski demikian, Ressa menegaskan perasaan yang ia rasakan bukanlah bentuk kecemburuan.
“Aku sih enggak iri atau gimana, cuman lihat dari posisi A sama Ressa sendiri kan berbeda gitu,” ucapnya.
Ressa juga menyoroti posisinya yang seharusnya bisa hadir sebagai kakak bagi A, terutama di masa-masa sulit.
“Kenapa kok Ressa ini ya seharusnya jelas sebagai kakaknya A, bisa juga masalah dulu A sakit, bisa juga Ressa yang bantuin atau ngejagain.”
Namun, menurut Ressa, hal paling mendasar yang ia perjuangkan adalah pengakuan.
“Kenapa Ressa kok nggak diakuin, itu aja,” katanya.
Ia pun menepis anggapan gugatan tersebut semata-mata soal materi.
“Kalau masalah yang minta uang, Ressa nggak minta uang,” tegasnya.
Ressa mengaku terluka dengan situasi yang ia alami selama ini.
“Cuman ya gimana ya, kok sampai, maaf, kok sampai sejahat ini, gitu aja.”
Lebih lanjut, Ressa menegaskan dirinya mampu hidup mandiri tanpa bergantung pada pelantun lagu Pitik Gemoy tersebut.
“Ressa bisa cari uang sendiri, bisa kerja sendiri. Cuma untuk ketenangan hati selama ini.”
Ia menutup pernyataannya dengan mengungkapkan penantian panjang yang selama ini ia jalani.
“Ressa, tunggu dari dulu. Mulai terpuruknya Ressa sampai detik sekarang pun ibu (Denada) enggak mau ngakuin," pungkasnya.
(Tribunnews.com/ Salma/ Rinanda)