39 RT di Jakarta Masih Terendam Banjir Jumat Pagi, Ketinggian Air Capai 3,5 Meter
January 30, 2026 10:52 AM

TRIBUNJAKARTA.COM, GAMBIR - Banjir masih merendam sejumlah wilayah di DKI Jakarta hingga Jumat (30/1/2026) pagi. 

Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) DKI Jakarta mencatat 39 RT dan tiga ruas jalan masih tergenang akibat hujan deras yang terjadi sejak Rabu (28/1/2026) serta luapan sejumlah aliran sungai.

Kondisi ini dipicu oleh kenaikan status sejumlah pos pantau dan pintu air ke level Waspada atau Siaga 3, di antaranya Bendung Katulampa, Pintu Air Manggarai, hingga Pintu Air Karet.

“Curah hujan tinggi yang terjadi sejak Rabu lalu berdampak pada kenaikan muka air sungai dan menyebabkan genangan di beberapa wilayah Jakarta,” ujar Kepala Pelaksana BPBD DKI Jakarta Isnawa Adji dalam keterangannya.

Jakarta Timur dan Selatan Paling Parah

BPBD mencatat wilayah terdampak terparah berada di Jakarta Timur, dengan total 21 RT tergenang. 

Ketinggian air di kawasan ini bervariasi mulai dari 50 hingga 350 sentimeter, akibat luapan Kali Ciliwung.

Sementara itu, di Jakarta Selatan terdapat 8 RT tergenang dengan ketinggian air mencapai 150 hingga 350 sentimeter, terutama di wilayah Pejaten Timur, Rawajati, dan Tanjung Barat.

“Luapan Kali Ciliwung masih menjadi faktor utama genangan dengan ketinggian air yang cukup signifikan di beberapa titik,” kata Isnawa.

39 RT Tergenang, 3 Ruas Jalan Masih Terendam

Selain Jakarta Timur dan Selatan, genangan juga terjadi di wilayah lain, yakni Jakarta Barat sebanyak 8 RT dan Jakarta Utara 2 RT. 

Ketinggian genangan di wilayah ini berkisar antara 20 hingga 30 sentimeter, dipicu curah hujan tinggi serta luapan Kali Mookervaart dan Kali Nagrak.

BPBD juga mencatat tiga ruas jalan masih tergenang, yakni:

  1. Jalan Rawa Indah Dua, Jakarta Utara (15 cm)
  2. Jalan Pulo Raya IV, Jakarta Selatan (25 cm)
  3. Gang Langgar, Rawajati, Jakarta Selatan (180 cm)

Ratusan Warga Mengungsi

Akibat banjir ini, ratusan warga terpaksa mengungsi ke sejumlah lokasi pengungsian. 

Data BPBD mencatat pengungsi tersebar di Jakarta Barat, Jakarta Pusat, dan Jakarta Timur, dengan jumlah terbanyak berada di wilayah Kampung Melayu dan Cawang, Jakarta Timur.

“Kami memastikan kebutuhan dasar para penyintas tetap terpenuhi selama berada di lokasi pengungsian,” ujarnya.

BPBD Kerahkan Personel, Genangan Ditargetkan Cepat Surut

Untuk menangani banjir, BPBD DKI Jakarta mengerahkan personel gabungan guna memantau genangan, melakukan penyedotan air, serta memastikan saluran air berfungsi optimal bersama Dinas SDA, Dinas Bina Marga, dan Dinas Gulkarmat.

“Penanganan terus dilakukan agar genangan dapat surut secepatnya, sembari memastikan keselamatan dan kebutuhan warga terdampak,” ucapnya.

BPBD Imbau Warga Tetap Waspada

BPBD DKI Jakarta mengimbau masyarakat untuk tetap waspada terhadap potensi genangan susulan, terutama di wilayah bantaran sungai.

“Jika terjadi kondisi darurat, masyarakat dapat segera menghubungi layanan darurat 112 yang beroperasi 24 jam,” tuturnya.
 

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.