TRIBUN-TIMUR.COM, MAKASSAR – Rusdi Masse Mappasessu (RMS) mengungkap alasan hengkang dari Nasdem.
Ia menegaskan keputusannya bergabung dengan Partai Solidaritas Indonesia (PSI) bukan disebabkan konflik internal di Partai NasDem.
Kepindahannya murni karena tanggung jawab politiknya di NasDem telah dituntaskan.
Yakni berhasil membawa Nasdem menang Pemilu 2024 dengan perolehan 18 kursi di DPRD Sulsel.
“Saya tidak punya konflik dengan siapa pun. Saya tidak pernah berkonflik sama orang,” kata Rusdi Masse usai dikukuhkan sebagai kader PSI dalam Rapat Kerja Nasional (Rakernas) PSI 2026 di Hotel Claro Makassar, Kamis (29/1/2026).
Mantan Ketua DPW NasDem Sulsel itu menegaskan, selama berkiprah di NasDem, dirinya telah menjalankan tugas utama yang diembankan kepadanya.
“Yang jelas, tanggung jawab saya di NasDem sudah selesai, bagaimana memenangkan di Sulsel,” ujarnya.
Rusdi Masse menepis isu bahwa hijrahnya ke PSI akan membawa gerbong kader dari partai lamanya.
Ia menegaskan tidak memiliki gerbong politik sebagaimana yang kerap dispekulasikan publik.
“Gerbong? Saya ini tidak punya gerbong. Saya cuma punya istri dan anak,” katanya sembari tersenyum.
Saat ditanya apakah akan mengajak sang istri, Fatmawati Rusdi, untuk bergabung ke PSI, Rusdi Masse menegaskan keputusan tersebut sepenuhnya berada di tangan Fatmawati.
Ia menyatakan dirinya tidak ingin mencampuri pilihan politik pribadi sang istri.
“Tanya dia langsung. Tapi saya harus ikut anak saya,” ujarnya.
Menurut Rusdi Masse, keputusan politik dalam keluarga kerap berangkat dari arah dan tujuan yang diyakini baik, terutama demi masa depan anak.
“Kalau arah tujuan anakmu baik, pasti kamu ikut. Siapa orang tua yang tidak berkorban demi anaknya,” kata dia.
Mantan Kepala Daerah Segera Gabung
Ketua Umum PSI, Kaesang Pangarep, yang mengumumkan langsung bergabung RMS mantan Bupati Sidrap dua periode itu.
"Di Sulawesi Selatan masa kita tidak bisa jadi pemenang, ketua," ucap Kaesang di atas podium melirik Rusdi Masse.
Kaesang juga mengatakan, setelah RMS, masih banyak tokoh lain yang akan bergabung. RMS hanyalah satu dari banyak rentetan ke depan.
"Dan ini tidak akan berhenti di bang RMS saja, akan ada selanjutnya lagi," ucapnya langsung disambut sorakan peserta Rakernas.
Ketua DPP PSI, Ahmad Ali, menyebut sejumlah tokoh sudah masuk daftar akan bergabung.
Di antaranya Bupati Pesisir Selatan Hendrajoni dan mantan Walikota Batam Rudi Harahap.
"Ada beberapa banyak nama yang sebenarnya akan dijaketkan secara bertahap," ucapnya.
Ia menegaskan akan selalu ada kejutan terkait bergabung tokoh-tokoh politik ke Partai Solidaritas Indonesia.
"Jadi setiap hari akan ada kejutan-kejutan," ucapnya.
Di Sulawesi Selatan sendiri, dua wakil Kepala Daerah telah bergabung dengan PSI.
Yakni Wakil Bupati Sidrap Nurkanaah dan Wakil Bupati Pinrang Sudirman Bungi.
Ahmad Ali menegaskan, PSI adalah partai super terbuka, tidak dimiliki satu orang atau dikuasai sekelompok orang.
"Keberhasilan partai ditentukan bukan pusat, tapi mereka yang ada di kampung-kampung. Kami mendengarkan keresahan dan kebutuhan daerah, dan membangun partai bersama-sama," jelasnya.
Rakernas PSI dihadiri oleh pengurus DPP, DPW, dan DPD se-Indonesia. Rakernas akan berlangsung dari 29-30 Januari 2026.(*)