TRIBUNSOLO.COM, SOLO - Penyerang anyar Persis Solo, Roman Paparyga, datang dengan misi jelas: membantu Laskar Sambernyawa bertahan di BRI Super League.
Striker asal Ukraina itu menegaskan tekadnya membawa Persis keluar dari situasi sulit di klasemen dan memastikan klub tetap bersaing hingga akhir musim.
Persis resmi memperkenalkan Roman sebagai rekrutan baru di lini depan untuk sisa musim 2025/2026.
Sebelum merapat ke Solo, Roman membela PFK Qizilqum di kasta tertinggi Liga Uzbekistan. Kehadirannya diharapkan menambah daya gedor tim.
Roman mengakui kondisi Persis saat ini tidak ideal. Namun, hal itu justru menjadi motivasi baginya untuk memberikan kontribusi maksimal.
“Saya tahu situasi klub di klasemen sedang tidak baik. Meskipun tak akan mudah, saya akan berjuang sekuat tenaga dan memberikan seluruh kemampuan saya agar klub ini masih bertahan di Liga ini. Saya tak sabar untuk segera bermain dan memenangkan banyak pertandingan bersama klub ini,” kata Roman, Rabu (28/1).
Ia juga menyampaikan apresiasi atas kesempatan yang diberikan Persis.
Roman berjanji tidak akan menyia-nyiakan kepercayaan tersebut dan siap bekerja keras dalam setiap latihan maupun pertandingan.
“Senang rasanya bisa berada dengan klub yang memiliki sejarah yang panjang. PERSIS saya kira merupakan salah satu klub yang disegani di Liga ini. Dan saya akan berjuang dengan usaha saya agar klub ini terus bersaing. Dan saya harap bersama rekan, jajaran pelatih dan ofisial, kita bisa bersama berjuang untuk merubah situasi ini,” terangnya.
Tak hanya itu, Roman juga menaruh perhatian pada peran suporter.
Ia berharap dukungan fans bisa menjadi energi tambahan bagi tim saat bertanding.
“Saya rasa pendukung di klub ini sangat bagus, saya juga mendengar fans Solo luar biasa. Dan saya harap kita terus bersama, berjuang bersama demi klub ini,” tuturnya.
Roman Ruslanovych Paparyga adalah pesepak bola profesional asal Ukraina yang lahir pada 9 Juli 1999 di Dilove, Ukraina.
Pemain berusia 26 tahun ini dikenal sebagai penyerang dengan postur ideal setinggi 1,81 meter.
Perjalanan sepak bola Roman Paparyga dimulai sejak usia muda.
Baca juga: Persis Solo Bakal Hadapi Persib Bandung, Beda Nasib Dua Tim di Papan Klasemen Sementara
Dia mengawali karier juniornya di Youth Sportive School Shchaslyve pada periode 2012–2013, sebelum melanjutkan pembinaan di Munkacs Mukachevo hingga tahun 2017.
Bakatnya kemudian membawanya menimba pengalaman di klub Hungaria, Kisvárda, pada musim 2017–2018.
Karier profesional Paparyga banyak diwarnai pengalaman di berbagai klub, khususnya di kompetisi amatir dan liga Eropa Timur.
Ia sempat bermain untuk Meteor Pistryalove dan Munkach Mukachevo pada tahun 2016.
Namanya mulai mencuri perhatian saat membela Karpaty Rakhiv pada 2018–2019 dengan catatan 18 penampilan dan mencetak 3 gol.
Baca juga: Rekomendasi Kuliner Legend di Kota Solo, Kafe Es Setabelan yang Jualan Sejak 1950
Pada tahun 2021, Paparyga merasakan atmosfer sepak bola Belarus bersama Rukh Brest, meski tidak mencatatkan penampilan resmi.
Pada musim yang sama, ia dipinjamkan ke Energetik-BGU Minsk dan tampil cukup konsisten dengan 16 penampilan serta 3 gol.
Performanya membuat klub tersebut merekrutnya secara permanen pada 2022, di mana ia bermain dalam 29 pertandingan.
Petualangan kariernya berlanjut ke Neman Grodno pada 2023, kemudian Naftan Novopolotsk pada 2024.
Bersama Naftan, Roman menunjukkan performa impresif dengan mencetak 9 gol dari 30 pertandingan.
Pada 2025, ia memperkuat klub Qizilqum sebelum akhirnya hijrah ke Indonesia pada 2026 untuk bergabung dengan Persis Solo.
Di level internasional, Roman Paparyga pernah membela tim nasional Ukraina U-17 pada tahun 2016.
Berdasarkan data Transfermarkt, nilai pasar Roman Paparyga diprediksi Rp4,35 miliar, meski Persis Solo tidak mengumumkan detailnya secara resmi.
(*)